Tips Berhasil Cara Ternak Kambing Jawa Yang Mudah Dan Praktis

Pada Artikel kali ini saya akan menjelaskan cara ternak kambing jawa yang mudah,efisien dengan modal sedikit. Yuk! Simak penjelasannya dibawah ini.

Kambing Jawa merupakan salah satu Kambing yang banyak dagingnya, Kambing jenis ini memanglah paling sangat favorit dagingnya untuk di masak. Sangat enak jika dimasak dengan beberapa resep masakan Indonesia, mulai dari sate sampai tengkleng.

Waktu melahirkan, Kambing Jawa kerap melahirkan anak kembar (warnanya) bisa jadi 2 sampai 4 ekor kembar semua. Kambing Jawa sangat bagus dalam hal reproduksi dan dapat beranak sepanjang tahun dan kambing ini menjadi favorit untuk di kembangbiakan dan menjadi Kambing pedaging favorit. Kambing ini telah tersebar  kesemua pulau di Pulau Jawa.

 

Ciri Ciri Kambing Jawa Yang Baik Untuk Di Ternak

cara ternak kambing jawa

Jenis pada kambing jawa ini sangat mudah di pahami, hanya dengan melihat warna bulunya yang berwarna tunggal (seperti :putih, hitam dan coklat) dan bulunya yang pendek Kambing Jawa sudah bisa di bedakan cirinya. Namun semakin maraknya perkawinan silang yang di lakukan oleh peternak Kambing maka ketiga warna itu juga banyak yang berkombinasi.

Kambing Jawa akan mempunyai sebuah tanduk berbentuk pedang, hal ini berlaku baik jantan ataupun betina. Dan bentuk telinganya agak pendek serta menggantung, Kambing Jawa juga memiliki sebuah jenggot pada jenis kelamin jantan sedangkan betina jarang di temui namun ada juga yang memilikinya.

Memiliki bentuk leher yang lebih pendek serta punggungnya yang melengkung. Untuk yang berjenis pejantan memiliki bulu surai yang panjang dan kasar sekitar garis leher dan pundaknya dan juga punggung dan ekornya. Kambing Jawa jantan maupun dewasa ini memiliki ukuran bulunya yang agak pendek di seluruh tubuhnya,namun tidak juga pada ekor dan dagunya.

Untuk penjantan ini ditumbuhi sedikit bulu panjang pada sekitar garis lehernya sampai ke pundak atau punggung, ekor dan pantatnya.

 

Cara Ternak Kambing Jawa

Untuk memulai ternak Kambing Jawa ini memang harus di disiapkan dengan secara keseluruhan, dari pembuatan kandang, pemilihan bibit, pemberian pakan, dan juga perawatan hingga memanenya. Namun dalam ternak Kambing Jawa ini tugas terpenting kita adalah dengan meningkatkan hasil produksi (tingkat kelahiran anak kambing) karena kambing ini memang sangat cepat dalam berkembangbiak. Baiklah berikut ini adalah hal-hal yang harus di lakukan jika ingin sukses dan berhasil di dunia ternak Kambing Jawa.

 

1. Pembuatan Kandang Untuk Ternak Kambing 

Memang cukup penting sebuah tempat/kandang waktu melakukan usaha ternak pada kambing jenis apapun tak terkecuali Kambing Jawa/Kambing Lokal. Begitujuga kandang ini harus di buat sesuai standar, ukuran, tingkat dan kenyamanan sampai dengan suhu lokasi pada kandang nantinya.

Untuk standar ukuran tersebut dapat kita tanyakan pada para peternak Kambing Jawa yang sudah berpengalaman atau mengikuti beberapa seminar ternak yang ada di Kota Anda. Namun saya ingatkan lagi, kambing ini sangatlah mudah beradaptasi di lingkungan yang ada di Indonesia dan bahkan dengan pakan berkualitas rendah kambing ini mampu tumbuh dan juga berkembangbiak dengan baik. Namun untuk meningkatkan hasil produksi tentunya pakan yang berkualitas akan menjadi penyokong utama untuk mendapatkan hasil maksimal dalam reproduksi.

Ukuran kandang ternak yang biasanya digunakan untuk ternak kambing jawa adalah sebagai berikut:

  • untuk beranak: 120 cm x 150 cm per ekor
  • untuk indukan: 100 cm x 150 cm per ekor
  • untuk anakan: 100 cm x 125 cm per ekor
  • untuk pejantan: 120 cm x 150 cm per ekor

 

2. Pemilihan Bibit Untuk Ternak Kambing Jawa

cara ternak kambing jawa

Persiapan yang kedua yang harus di penuhi agar sukses dalam ternak Kambing Jawa adalah dengan menyediakan bibit dari hasil pemilihan bibit unggul. Bibit yang unggul akan memajukan hasil reproduksi, jadi dalam kasus ini bibit juga berguna keberadaannya dan dengan produk selektif maksimal.

Kambing Jawa benar mempunyai ukuran tubuh yang kecil, namun waktu saat mencari bibit untuk bahan ternak harus bisa mungkin di pilih dengan kondisi bibit berukuran besar, sebab keturunan yang didapatkan pastinya akan mengikuti yang di miliki oleh induknya. Penyaringan bibit ini harus di lakukan secara cermat dan teliti, jangan sampai memperoleh bibit Kambing Jawa yang cacat maupun penyakitan.

 

3. Pemberian Pakan Ternak 

 

Pemberian pakan juga sangat penting dalam usaha ternak binatang apapun, pakan memang berperan vital untuk proses tumbuh dan juga perkembangbiakan hewan tersebut. Sebisa mungkin pakan anda harus memenuhi gizi untuk setiap harinya yang di butuhkan oleh kebutuhan Kambing Jawa. Namun pakan yang di bahas adalah pakan yang bisa di dapatkan secara biaya yang murah. Pakan bisa juga berupa rumput hijau/kering dan juga pakan buatan dari hasil fermentasi oleh bahan-bahan organik. Selain itu pakan pokok ada juga pakan tambahan yaitu yang berupa kacang-kacangan dan juga suplemen dan vitamin.

Pakan juga berasal dari rumput rumput hijau dapat di peroleh dengan membeli di pasar rumput atau bisa juga dengan mencari sendiri di kebun (ngarit). Untuk ngarit ini bisa di lakukan dengan sendiri jika tidak ada kesibukan lain, namun untuk yang melakukan usaha ternak Kambing Jawa sebagai pekerjaan sampingan dapat membeli rumput setiap harinya. Kelemahan beli rumput ini adalah pasti mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, untuk itu solusi itu semua adalah dengan memberi pakan buatan sendiri.

Atau anda bisa memotong rumpu sendiri jika anda memiliki lahan sendiri, jika anda malas memotong secara manual anda bisa juga menggunakan alat mesin pemotong rumput.

 

4. Perawatan Ternak Kambing 

Sangat penting untuk menjaga kesehatan pada Kambing Jawa agar tidak terserang penyakit maupun virus, penyakit dapat menghambat pertumbuhan kambing dan juga mengubah Kambing kehilangan dagingnya (kurus). Penyakit juga bisa dapat mematikan, maka dari itu sebelum itu harus kita siapkan obat-obatan ternak pada Kambing Jawa.

Dalam kasus pemeliharaan ini sangat bagus jika sering berkunjung ke kandang ternak Kambing Jawa yang sudah berpengalaman, sharing-sharing pengalaman bagaimana cara peralatan yang baik dan benar. Selain itu bisa juga kerap berkonsultasi dengan dokter hewan terdekat tentang bagaimana cara merawat yang baik dan juga pemberian suplemen agar kambing tetap sehat dan mampu memproduksi yang tinggi.

Tahap keempat ini memang banyak di sepelekan, padahal ini cukup penting karena akan merugikan jika semuanya telah berlaku. Sebab itu selalu jaga kebersihan, dan jaga pola makan, pemenuhan gizi, vitamin, dan mineral. Kambing Jawa dewasa memerlukan 2 liter air bersih setiap harinya, dan jangan lupa untuk memberinya pada siang hari menjelang sore sekitar jam setengah 3, waktu ini adalah paling cocok untuk diberikan minum.

 

5. Cara Reproduksi atau Waktu Kawin

Setelah sudah semua persiapan, perawatan dan pemeliharaan yang baik dan benar yang sudah kita lakukan, hari demi hari si kambing akan tumbuh lebih besar dan cukup dewasa siap di kawinkan. Harusnya kambing potong yang sudah berumur 8 – 10 bulan sudah siap di kawinkan, tanda – tandanya adalah: kegelisahan, alat kelamin kambing berubah menjadi kemerahan dan bengkak, ekor yang di gerak – gerakkan, dan juga menurunnya nafsu makan.

Setelah sudah di kawinkan kambing mengandung selama 5 – 6 bulan, lalu penanganan pada proses kelahiran juga di perlu. Kita perlu memperhatikan tanda – tanda dari kambing potong yang akan melahirkan, biasanya kambing akan menggaruk – garuk lantai pada kandang dan terlihat cukup gelisah. Dalam hal ini, kita juga harus ikut serta dalam waktu proses kelahiran untuk menghindari hal- hal yang tidak di inginkan. Dengan pengelolaan yang baik kambing bisa melahirkan dalam setiap 7 bulan sekali dan sekali melahirkan dapat menghasilkan 1 – 4 ekor anak kambing. Setelah 1 bulan semenjak si induk kambing sudah melahirkan maka induk kambing sudah bisa kita kawinkan kembali dengan kambing pejantan lain.

6. Masa Panen dan Penjualan

Periode panen yang paling baik dan menguntungkan tentunya ketika menjelang hari raya keagamaan, seperti Lebaran dan Idul Adha dimana permintaan daging untuk konsumsi dan qurban sangat tinggi.

Seperti harga hewan ternak pada lainnya, harga kambing jawa juga berfluktuasi dan tidak sama antar satu daerah. Hal ini  dapat dipengaruhi oleh berbagai situasi dan kondisi, contohnya permintaan di musim hari raya, dan jumlah suplai di pasaran, kualitas dari ternak itu juga, dan sebagainya.

Untuk anak kambing yang betina yang baru berumur kurang dari 6 bulan, biasanya dihargai dengan kisaran harga 1,5 juta – 2 juta rupiah per ekor. Sementara itu, kambing yang pejantan yang sudah siap kawin dengan tinggi 90 cm harganya sekitar 4 juta – 6 juta rupiah.

 

Tips Sukses Cara Ternak Kambing

Untuk cara agar sukses dalam merintis sebuah bisnis peternakan ini ada baiknya anda mengikuti kiat-kiat sukses berikut ini:

  • Buat perhitungan yang cermat terkait dengan total pengeluaran yang diperlukan dengan jumlah modal yang dimiliki dan juga kemungkinan keuntungan yang didapat dari ternak kambing etawa. Mengkalkulasikan segala modal awal, jumlah pengeluaran, dan kemungkinan keuntungan merupakan hal yang penting dalam menjalankan suatu bisnis karena hal ini adalah cara untuk menghindari kerugian karena adanya pengeluaran yang tidak dibutuhkan.
  • Gali informasi dan pengalaman lebih banyak, baik dari buku, internet, dan peternak lainnya agar anda lebih memahami untuk beternak kambing etawa secara optimal,atau jika anda ingin ternak kambing etawa bisa klik disini.

 

Seperti itu cara ternak Kambing Jawa yang baik dan benar, jika ke empat poin tersebut dapat kita lakukan dengan secarabaik dan benar maka hasil produksi yang tinggi akan kita tukarkan menjadi sebuah pundi-pundi rupiah. Omset ternak Kambing Jawa memang sangatlah besar.

Desa saya saja saat ini sudah menghasilkan 86 juta setiap tahunnya, semua itu di dapat hanya dengan modal awal 7 induk betina dan 1 pejantan pada tahun 2003. Jadi yang saya harapkan para mitra budidaya untuk selalu optimis dan semangat. Salam Sukses Mitra Budidaya!!