Cara Membuat Gudeg Gori -Gudeg nangka atau ibu saya menyebutnya Gudeg Gori adalah menu sehari-hari masa kecil saya meski kami tidak tinggal di Jogja.
Menu ini diperkenalkan ibu saya yang memang berasal Jawa Tengah.
Cara Membuat Gudeg Gori:
- Jika anda memakai nangka muda segar: Taruh daun jati/kulit bawang merah/teh celup di alas panci perebus. Masukkan potongan nangka, tuangi air sampai semua nangka terendam.
- Tutup panci, rebus dengan api besar hingga nangka empuk dan berwarna merah. (kurang lebih selama 1 jam).
- Tiriskan nangka, buang air rebusan karena getah nangka dalam air rebusan bisa menyebabkan perut mules (sebah kata orang jawa).
- (Lewati step di atas jika anda menggunakan sediaan nangka muda kalengan dari supermarket).
- Haluskan semua bahan bumbu halus dengan cobek atau blender. Jika perlu tambahkan sedikit santan ke dalam blender untuk mempermudah proses penghancuran.
- Taruh nangka rebus/nangka kalengan ke dalam panci, masukkan bumbu halus, daun salam, lengkuas dan santan encer. Masak dengan api sedang hingga mendidih.
- Jika anda memakai sediaan nangka kalengan, sertakan 2 sachet teh hitam celup/black tea sachet ke dalam panci untuk mendapatkan gudeg dengan warna merah kecoklatan.
- (Ikat kedua sachet dengan benang supaya tidak mudah pecah atau bocor. Angkat teh dari panci jika warna nangka dan santan sudah memerah).
- Setelah mendidih, masukkan telur rebus dan santan kental, masak dengan api sedang hingga santan menyusut dan bumbu meresap. Aduk2 supaya santan tidak pecah.
- Cicipi, jika perlu tambahkan garam dan gula sesuai selera. Angkat
- Hidangkan gudeg dengan opor ayam dan sambal goreng krecek.
Tips:
- Jika suka, teruskan memasak dengan api kecil sampai santan habis terserap untuk mendapatkan Gudeg yang relatif kering.
Sejarah Gudeg Gori (Nangka Muda)
Konon, Gudeg awalnya adalah makanan kaum ningrat yang berkembang dari dalam Kraton.
Kuliner ini pun disajikan untuk keluarga dan kerabat-kerabat keraton saat bertamu.
Sumber lain menceritakan bahwa sejarah gudeg itu berasal dari pembukaan hutan Mentaok untuk pembangunan Keraton Mataram.
Saat itu ada seorang prajurit mendapatkan tugas untuk memasak, bahan baku gori dan santan sebagai pilihannya. Karena kedua bahan tersebut berada di arean hutan tersebut.
Namun karena sambil mengerjakan menebang pohon yang ada dihutan tersebut, masakan tersebut lupa diangkat dari tungku kurang lebih selama 6 sampai 8 jam, maka jadilah kuliner gudeg.
Informasi lain pun justru bukan prajurit tersebutlah yang menemukan gudeg, tapi seorang istri prajurit yang bernama Sri Sumantri.
Beliau ini lah yang pertama memasak gudeg dengan bahan baku gori (nangka), gula dan santan pada tahun 1557.
Namun gudeg itu sendiri berdasarkan isi Serat Centhini, sebuah karya sastra besar tanah Jawa, baru dikenal pada masa 1819.
Dalam Serat Centhini disebutkan bahwa gudeg saat itu menjadi makanan rakyat di Jawa termasuk Yogyakarta.
Kisah lain pun bergulir di masyarakat, kata gudeg tersebut, berawal pada jaman penjajahan Inggris.
Pada salah satu sudut kota yogyakarta tinggalah seorang warga negara Inggris memiliki istri seorang perempuan jawa.
Warga negara Inggris tersebut memanggil istrinya dengan sebutan “dek” karena memang panggilan “dek” sudah menjadi tradisi di jawa biasanya untuk memanggil istri yang notabene sebagai ibu rumah tangga
. Pada suatu hari sang istri memasak resep turun temurun keluarganya yang menggunakan bahan dari gori (nangka muda) tersebut.
Saat sang suami menyantap masakan yang dimasakkan istrinya tadi selesai makan sang suami berkata agak keras “good dek.
” “it’s good dek” dengan ekspresi senang. Sang istri terkejut dan mulai menceritakan ke tetangga dan teman-temannya kalau sang suami senang sekali dimasakkan resep turun temurun itu dan setiap kali selesai makan-makanan itu dia selalu bilang “good dek” dan dari situlah makanan itu mulai disebut GUDEG sebagai metomorfosis dari kata “good dek”.
Macam-Macam Gudeg
-
Gudeg Basah
Gudeg yang merupakan makanan identitas Jogja sebenarnya terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan.
Proses pembuatannya pun membutuhkan waktu berjam-jam sampai bisa menghasilkan gudeg dengan cita rasa unik.
Warna gudeg sendiri dihasilkan dari daun jati atau kelor, daun itu yang membuat gudeg bisa berwarna coklat pekat.
Salah satu jenis gudeg adalah gudeg basah, kuliner ini biasanya disajikan dengan kuah santan nyemek yang gurih dan banyak diburu untuk menu sarapan pagi.
Gudeg basah merupakan olahan gudeg yang hanya sampai tahap perebusan, karena itu gudeg masih basah dan biasanya menggunakan kuah santan dalam penyajiannya.
Kamu bisa cobain gudeg basah ini di Gudeg Sagan yang terletak di pusat kuliner kota Jogja.
Baca Juga permaianan anak jawa tradisional disini
-
Gudeg Kering
Gudeg kering merupakan gudeg basah yang sudah melalui proses penumisan sehingga gudeg menjadi kering.
Kuliner ini biasanya dimasak dalam waktu yang lebih lama hingga kuahnya mengering dan warnanya lebih kecoklatan.
Rasanya pun juga lebih manis, sebagai penyeimbang rasa biasanya gudeg ini bisa dinikmati bersama sambal krecek pedas.
Gudeg jenis ini bisa tahan hingga 24 jam atau bahkan lebih jika dimasukkan ke dalam kulkas sehingga sering diburu orang untuk dijadikan oleh-oleh.
Biasanya penjual kerap mengemasnya dalam kemasan kardus, besek (kardus yang terbuat dari anyaman bambu) atau kendil tanah liat.
Mau menyicipi gudeg kering di kota Jogja ini? Buruan mampir di Gudeg Wijilan Bu Lies yang berada di daerah Keraton Jogja.
Sebagai penulis di nyaribisnis.com saya sangat tertarik pada perkembangan teknologi, khususnya dalam dunia IT. Saya juga senang terus belajar hal-hal baru dan berbagi wawasan seputar bisnis serta tips terbaru dengan para pembaca kami.

