pemanfaatan limbah pelepah sawit Yang Baik

Untuk mengaktifkan produksi tanaman adalah menggunakan pupuk organik yang bahan dasarnya dari alam akan tetapi ada salah satu bahan jenis pupuk organik yang berupa kompos, Kompos merupakan bentuk akhir dari bahan organik yang sudah di dekomposisi sehingga sulit untuk di urai kembali.

Penggunaan kompos yang sebagai pupuk untuk tanaman yang sangat baik karena kompos dapat menyediakan unsur hara bagi tanaman, menggemburkan tanah, memperbaiki tekstur tanah, aerasi dan meningkatkan daya ikat tanah terhadap air sehingga dapat mempermudah pertumbuhan akar pada tanaman. Bahan dasar pembuatan kompos yang beraneka ragam dari bahan organik dari alam.

Seperti kelapa sawit ini bisa juga dapat dijadikan sebagai bahan dasar untuk pembuatan kompos. kelapa sawit yang membutuhkan luas lahannya yang sangat besar dan luas. Untuk itu di perkebunan kelapa sawit pasti menghasilkan bahan sisa atau bahan buangan, dalam jumlah yang sangat besar diantaranya pada pelepah daun pada kelapa sawit.

Pemanfaat Limbah Pelepah Sawit

Pemanfaatan limbah Pelepah sawit pada daun kelapa sawit yang selama ini kurang dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga bersifat limbah karena biasanya pelepah ini hanya ditumpuk disekitar pohon saja. Setelah dilakukannya penelitian bahwa pelepah daun pada kelapa sawit ini berpotensi untuk digunakan sebagai bahan kompos.

Berdasarkan hasil penelitian bahwa kandungan unsur hara pada pelepah kelapa sawit yaitu sebagai berikut:

N 2,6-2,9(%); P 0,16-0,19(%); K 1,1-1,3(%); Ca 0,5-0,7(%); Mg 0,3-0,45(%); S 0,25-0,40(%); Cl 0,5-0,7(%); B 15-25 (g-1); Cu 5-8 (g-1) dan Zn 12-18 (g-1).

Baca Juga 

Pemrosesan  Limbah Pelepah Sawit

Proses dekomposisi pemanfaatan limbah pelepah kelapa sawit secara alami membutuhkan waktu yang lama yaitu sekitar 3-4 bulan. Pada kondisi seperti ini kurang baiknya dampaknya terhadap lingkungan karena jumlah penumpukan tidak diimbangi dengan jumlah penguraian.

Pada proses pemupukan dapat dipercepat dengan penambahan berbagai macam dekomposer yang mengandung mikroorganisme pengurai seperti Trichoderma sp, orgadeg, stardec, dan mikroorganisme lokal yang juga dapat memperbaiki kualitas kompos.

Larutan mikroorganisme lokal mengandung bakteri yang berpotensi sebagai perombak bahan organik. Pemberian Trichoderma sp bersifat antagonis terhadap patogen tular tanah sehingga juga dapat digunakan sebagai agen hayati.

Selain itu juga pemberian EM-4 dapat menekan aktivitas serangga, hama dan mikroorganisme patogen lainnya. Setelah proses pengomposan yang di tambahkan dengan dekomposer yang mengandung mikroorganisme pengurai selesai kemudian pupuk kompos tersebut sudah bisa di gunakan untuk media tanam yang bermanfaat bagi tanaman khususnya tanaman hortikultura.

Manfaatnya adalah untuk memperbaiki tektur tanah, menyediaka unsur hara bagi tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.