Asal Olahan Donat? Bukan dari Indonesia!

Donat adalah salah satu camilan manis yang sangat populer di seluruh dunia. Dikenal karena bentuknya yang unik dengan lubang di tengahnya, donat menjadi favorit banyak orang dari segala usia. Namun, tahukah Anda bagaimana asal usul olahan donat yang lezat ini? Mari kita jelajahi sejarah asal olahan donat dari awal hingga menjadi camilan populer yang kita nikmati hari ini.

Asal Usul Donat: Dari Roti Berlubang ke Donat Modern

1. Donat Kuno

Sejarah donat dapat ditelusuri kembali ke zaman kuno. Awalnya, donat lebih mirip dengan roti berlubang yang dibuat dengan adonan tepung, air, dan ragi. Kekhasan donat kuno adalah bentuknya yang tidak terlalu rata dan belum memiliki rongga lubang yang besar di tengahnya seperti donat modern. Apakah donat berasal dari tepung beras? Atau kalian ingin mencoba membuat tepung beras sendiri? Coba disini!

2. Donat di Eropa

Donat diperkenalkan ke Eropa oleh para pedagang Arab pada abad ke-7 Masehi. Pada saat itu, donat dikenal dengan nama “oily cakes” atau “honey cakes” karena sering digoreng dalam minyak atau dicelupkan ke dalam madu. Donat juga menjadi populer di kalangan orang Kristen pada zaman dahulu, dan dalam beberapa tradisi, donat bahkan digunakan sebagai makanan penutup dalam perayaan Natal.

3. “Fastnacht” di Jerman

Di Jerman, donat dikenal dengan sebutan “fastnacht” yang berasal dari bahasa Jerman Kuno “fasten nacht,” yang berarti “malam sebelum berpuasa.” Tradisi ini bermula dari kebiasaan masyarakat pada zaman dahulu yang membuat donat sebelum masuk ke periode puasa. Fastnacht dipercaya sebagai donat yang mirip dengan yang kita kenal sekarang, yaitu berbentuk cincin dengan lubang di tengahnya.

4. Donat di Amerika Serikat

Donat pertama kali tiba di Amerika Serikat melalui para imigran Belanda di New York pada abad ke-17. Mereka membawa tradisi donat mereka yang disebut “olykoek,” yang artinya “kue minyak.” Seiring berjalannya waktu, sebutan ini berubah menjadi “doughnut” seperti yang kita kenal sekarang. Pada awalnya, donat hanya populer di kalangan orang Belanda dan menyebar ke berbagai komunitas imigran Eropa lainnya. Namun, popularitasnya mulai merambah ke masyarakat umum di Amerika Serikat pada abad ke-19.

5. Penemuan Lubang Donat

Salah satu aspek paling menarik dalam sejarah donat adalah penemuan lubang di tengahnya. Pada abad ke-19, seorang pelaut bernama Hanson Gregory dikatakan sebagai penemu lubang donat. Ceritanya, Hanson merasa kesal karena bagian tengah donat yang belum matang sempurna dan cenderung berminyak. Oleh karena itu, ia berinisiatif untuk mengebori lubang di tengah-tengah donat menggunakan corong kayu. Dengan begitu, donat dapat matang dengan lebih merata dan kurang berminyak. Penemuan lubang donat ini kemudian menjadi populer dan menginspirasi bentuk donat modern yang kita kenal saat ini.

6. Donat di Dunia Modern

Pada awal abad ke-20, donat mulai diproduksi secara massal dengan metode pembuatan yang lebih efisien. Selain itu, berbagai variasi donat dengan berbagai rasa dan topping mulai muncul, seperti donat cokelat, donat berisi selai, donat dengan taburan kacang atau krim, dan banyak lagi. Donat juga menjadi simbol budaya populer, sering muncul dalam film, iklan, dan bahkan menjadi inspirasi dalam berbagai merek dan karikatur.

Baca juga: perbedaan roti dan kue

Hari Donat Nasional

Popularitas donat terus meningkat, dan pada tahun 1938, The Salvation Army di Amerika Serikat merayakan Hari Donat Nasional pada tanggal 1 Juni untuk menghormati para pejuang Perang Dunia I yang memberikan donat kepada tentara di garis depan. Tradisi ini berlanjut hingga saat ini, dan pada setiap Hari Donat Nasional, berbagai toko donat menawarkan diskon atau promosi khusus untuk merayakan makanan manis yang digemari ini.

Dari roti berlubang kuno hingga donat modern yang kita nikmati saat ini, sejarah donat telah melewati perjalanan panjang dan menarik. Di seluruh dunia, donat telah menjadi simbol camilan yang lezat dan menyenangkan. Dari donat glazur hingga donat berisi, variasi rasa dan bentuknya terus berkembang sesuai selera dan kreativitas para pembuatnya. Dengan popularitas yang terus meningkat, donat kemungkinan besar akan tetap menjadi camilan favorit dan ikonik untuk waktu yang akan datang.