Belajar budidaya ikan nila merah sederhana merupakan sebuah pembelajaran dalam bentuk praktek yang dilakukan secara langsung dan menghemat pengeluaran sebisa mungkin. Oke langsung saja kitake prakteknya. Berikut penjelasannya.
Penjelasan Singkat

Bukan rahasia lagi apabila ikan nila adalah salah satu ikan favorit keluarga Indonesia. Ikan ini juga saingan dari ikan gurame. Dagingnya yang lezat dan bergizi turut mewarnai hidangan di rumah kita selama ini. Banyaknya minat pasar menyebabkan para pebisnis beralih pada budidaya ikan satu ini.
Ada yang melaksanakan budidaya di kolam tanah, ada yang membuat kolam terpal, dan ada juga yang memulai usaha budidayanya di kolam tembok atau beton. Cara budidaya ikan nila merah di kolam tembok inilah yang akan kita pelajari saat kesempatan ini.
Cara Budidaya Ikan Nila Merah Ditembok
1. Persiapan Kolam Tembok
Persiapan kolam tembok untuk budidaya dapat memakan waktu sampai 2 minggu, yang diawali dengan pembuatan kolam tembok pada lahan budidaya yang sudah Anda siapkan. Setelah kolam tembok selesai, jangan isi kolam dengan air terlebih dahulu.
Biarkan kolam kering dan lakukan proses pengapuran setidaknya beberapa hari, setelahnya itu, taburkan pupuk kandang atau kompos ke seluruh permukaan kolam. Diamkan lagi selama beberapa hari sebelum kolam tembok diisi oleh air.
Untuk tahap awal ini, pengisian air cukup dengan 20 – 30 cm dari dasar kolam, lakukan penyemprotan petisida dan diamkan air kolam tersebut agar cahaya matahari mulai masuk menembus permukaan air.
Tingkatkan volume air menjadi 150 cm, lalu letakkan daun-daunan seperti daun pisang, daun singkong, atau enceng gondok. Tanaman satu ini memang terkenal dalam dunia budidaya ikan, keberadaanya bisa membuat suhu di dalam kolam menjadi lebih hangat.
Namun jika keberaaan enceng gondok sudah mengganggu budidaya ikan nila merah Anda, maka sebaiknya dikurangi atau dibasmi. Gunakan saja sebagai bahan dasar pupuk kompos.
Biarkan kolam tembok tertutup daun-daunan atau tanaman air selama kurang lebih 1 minggu, baru setelah itu, benih nila merah dapat ditaburkan.
2. Proses Pembenihan
Pastikan benih ikan nila merah yang akan Anda taburkan memiliki kualitas yang baik. Ukuran benihnya pun lebih baik jika seragam saja, yaitu antara 8 – 12 cm dengan kepadatan tebar sekitar 10 – 15 ekor per m2. Adapun ciri-ciri benih ikan nila merah yang bagus adalah:
- Ukuran benihnya seragam
- Kondisi benih sehat dan tidak ada cacat fisik
- Pergerakan renangnya lincah dan gesit
Lakukan penyebaran benih nila merah secara bertahap agar ikan tidak mudah stress, sebelumya usahakan benih dimasukkan terlebih dahulu pada baskom yang berisi air kolam. Hal ini tentu bertujan agar benih ikan tersebut bisa beradaptasi dengan lingkungan air barunya.
Diamkan benih tersebut selama kurang lebih 30 menit sebelum ditebarkan ke dalam kolam tembok. Selanjutnya bawa baskom berisi benih nila merah tersebut ke pinggir kolam, miringkan hingga benih ikan masuk dengan sendirinya ke dalam kolam budidaya.
Proses penebaran benih ini baiknya dilakukan pada pagi, sore, atau malam hari karena saat itulah suhu air di dalam kolam sedang stabil.
3. Proses Pemeliharaan
Setelah semua benih ikan nila merah ditebar ke kolam tembok, langkah selanjutnya adalah pemeliharaan. Proses tersebut terbagi menjadi 3 poin penting. Berikut penjelasannya.
-
Pengelolaan Air Kolam
Agar budidaya ikan nila merah di kolam tembok berhasil, maka kita harus bisa menjaga kualitas air di dalam kolam pemeliharaan. Jika kolam sudah mulai keruh atau menimbulakan bau tidak sedap, maka air kolam harus diganti dengan air baru yang lebih bersih dan segar.
Caranya yaitu dengan membuang 1/3 bagian air kolam, lalu diisi kembali dengan air baru hingga batas normal pada kolam sebelum dilakukan proses pengurasan.
-
Pemberian Pakan Ikan
Agar hasil panen bisa melimpah dan menguntungkan, berikan pakan yang berkualitas pada budidaya ikan nila merah. Pakan yang paling sesuai dengan budidaya nial merah ini adalah jenis pelet yang mengandung protein 25 – 30 %. Berikan pakan ini setidaknya 3 kali sehari secara teratur di pagi, siang, dan sore hari.
Pemberian pakan ini baiknya disesuaikan dengan kebutuhan budidaya, yaitu 3% dari berat tubuh ikan yang ada di kolam pemeliharaan.
-
Cara Pengendalian Hama Dan Penyakit
Ikan nila merah dinilai memiliki daya tahan tubuh lebih kuat dari pada jenis ikan air tawar lainnya. kendati demikian kita harus tetap mewaspadai munculnya hama serta penyakit, lebih-lebih saat memasuki masa panen.
Untuk mencegah munculnya hama serta penyakit, pastikan kebersihan kolam serta volume air di dalamnya selalu terjaga. Jangan berikan pakan yang berlebihan pada ikan, karena sisa pakannya bisa mengendap dan menjadi racun amoniac bagi ikan nila merah itu sendiri.
4. Masa Panen
Masa panen yang ditunggu-tunggu telah tiba. Salah satu keuntungan budidaya ikan nila merah adalah masa panennya yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Namun umunya, ikan nila merah bisa dipanen saat berat tubunya mencapai 300 – 500 gr / ekor atau berumur sekitar 4 – 6 bulan dihitung pada saat mulai pembenihan.
Proses panen yang praktis dan cepat bisa dilakukan dengan cara membuka lubang pembuangan air di kolam agar ikan bisa keluar dengan sendirinya dan ikan nila merah bisa ditangkap dengan mudah.
Itulah cara budidaya ikan nila merah di kolam tembok yang bisa kami bagikan pada halaman ini. Salah satu keuntungan dari budidaya ikan ini di kolam tembok adalah tempatnya lebih permanen dan higienis sehingga kita tidak mengalami kesulitan dalam membersihkannya.
Oke itu saja dari saya sekian terima kasih
Saya adalah seorang penulis aktif di nyaribisnis.com, dengan fokus kuat pada perkembangan teknologi, khususnya di sektor teknologi informasi. Saya adalah seorang individu yang selalu haus akan pengetahuan dan dengan senang hati berbagi informasi seputar bisnis serta tips terbaru dengan pembaca, membantu mereka dalam menjalani kehidupan yang lebih terinformasi dan sukses.

