proses pembuatan keju

Proses Pembuatan Keju, Produk Olahan Susu Bernilai Tinggi!

Keju merupakan makanan yang terbuat dari susu. Proses pembuatan keju dilakukan dengan teknik penambahan bakteri dan enzim untuk memisahkan komponen padat dari susu. Nah, pada artikel ini, kita akan membahas tentang bagaimana proses pembuatan keju secara lengkap. Berikut ulasannya!

Proses Pembuatan Keju

keju

1. Standarisasi Susu

Susu yang akan digunakan sebagai bahan utama dalam proses pembuatan keju harus melewati proses standarisasi terlebih dahulu. Proses standarisasi ini diperlukan untuk mengoptimalkan perbandingan atau rasio protein terhadap lemak untuk pembuatan keju dengan kualitas yang baik.

2. Pasteurisasi

Proses pasteurisasi merupakan proses dimana susu dipanaskan hingga mencapai suhu tertentu. Pasteurisasi digunakan untuk mengurangi jumlah organisme pembusuk dalam susu, sehingga lingkungan pertumbuhan kultur starter dapat berada pada kondisi yang cukup baik.

Namun, beberapa jenis susu yang terbuat dari susu mentah tidak dapat melalui proses pasteurisasi. Sehingga, keju yang terbuat dari susu mentah atau yang biasanya disebut sebagai keju susu mentah harus berusia minimal 60 hari untuk mengurangi risiko penyakit akibat mikroorganisme dalam susu.

3. Proses Mendinginkan Susu

Susu yang telah melewati proses pasteurisasi kemudian didinginkan untuk menciptakan kondisi suhu yang baik bagi bakteri starter untuk tumbuh.

4. Menambahkan Bakteri Starter dan Non-Starter

Setelah susu dingin, proses selanjutnya yang dilakukan adalah menambahkan bakteri starter dan menambahkan non-starter ke dalam susu.

5. Proses Memasak

Kemudian susu dimasak selama 30 menit pada sushu 32 derajat celcius. Proses ini perupakan proes pematangan untuk memungkinkan pertumbuhan bakteri dan mulainya proses fermentasi. Pada proses ini, pH atau keasaman susu akan menurun, sehingga tercipta rasa keju yang khas.

6. Menambahkan Rennet dan Form Curd

Rennet merupakan enzim yang bekerja pada protein susu untun membentuk dadih atau gumpalan susu. Kemudian, gumpalan susu ini dibiarkan berfermentasi hingga mencapai keasaman 6,4.

7. Pisahkan dan Panaskan Gumpalan Susu

Pisahkan gumpalan susu menggunakan pisau menjadi bagian-bagian kecil. Setelah itu, gumpalan susu dipanaskan hingga suhu 38 derajat celcius atau 100 derajat fahrenheit. Proses pemanasan ini bertujuan untuk membantu memisahkan protein whey dari gumpalan susu.

8. Tiriskan Whey

Setelah dipanaskan, peras gumpalan susu hingga kering.

9. Tekstur Gumpalan susu

Lapisan gumpalan susu kemudian dipotong kemudian ditumpuk menjadi satu. Setelahnya balik gumpalan susu secara berkala. Proses ini biasa disebut sebagai proses cheddaring.

Proses cheddaring merupakan proses yang memiliki tujuan untuk membantu mengeluarkan lebih banyak whey secara lebih maksimal.

Selain itu, proses ini juga memungkinkan terjadinya proses fermentasi lanjutan hingga pH mencapai angka 5,5.

10. Proses Pemberian Garam Kering atau Brine

Taburkan garam kering atau brine dalam gumpalan susu yang telah dipotong. Untuk keju cheddar, proses ini dilakukan dalam suatu wadah berbentuk tong. Sedangkan untuk keju mozzarella, proses ini delakukan dengan memaksukkan gumpalan susu ke dalam air garam.

11. Proses Membentuk Keju

Keju yang telah melalui proses penggaraman kemudian di pres hingga berbentuk balok keju padat.

12. Penyimpanan Keju

Keju kemudian disimpan dalam ruang pendingin khusus hingga kurun waktu tertentu. Semakin lama prosess penyimpanan keju ini, semakin keluar pula rasa khas keju tersebut.

Pelatihan Proses Pembuatan Keju

Bagi Anda yang memiliki ketertarikan dalam hal proses pembuatan keju, Anda dapat mendaftar pelatihan pembuatan keju yang bertempatkan di jogja. Pelatihan ini dapat bermanfaat bagi Anda untuk mengenal dunia keju secara lebih dalam. Sehingga, Anda dapat meningkatkan keterampilan dalam hal kuliner, serta Anda dapat menjadi seorang yang ahli dalam dunia keju.

Sekian artikel ini kami sampaikan, semoga bermanfaat untuk Anda!