Banyak pelamar membutuhkan sertifikat TOEFL untuk mendaftar beasiswa dalam negeri. Hampir seluruh program menetapkan standar kemampuan bahasa Inggris tertentu.
Oleh karena itu, Anda perlu mempersiapkan sertifikat ini sebelum tenggat pendaftaran berakhir. Dengan demikian, Anda dapat menghindari keterlambatan administrasi yang sering terjadi menjelang seleksi.
Artikel ini akan membahas jenis TOEFL yang program beasiswa dalam negeri biasanya minta. Selain itu, Anda akan mengetahui standar skor yang berlaku serta tips mempersiapkan diri sebelum ujian.
Jenis TOEFL yang Program Minta
Sebagian besar program beasiswa dalam negeri menerima TOEFL ITP sebagai syarat administrasi. Format ini mengukur tiga kemampuan utama, yaitu Listening, Structure, dan Reading.
Selain itu, format ini cukup mewakili kemampuan bahasa Inggris pelamar secara umum. Anda dapat membaca penjelasan lengkap mengenai perbedaan fungsi TOEFL ITP dan iBT sebelum menentukan format yang tepat.
Standar Skor yang Umum Berlaku
Setiap program menetapkan standar skor yang berbeda-beda. Namun, beasiswa jenjang sarjana umumnya membutuhkan skor TOEFL ITP sekitar 450 hingga 500.
Sementara itu, beasiswa jenjang magister sering meminta skor yang lebih tinggi, yaitu sekitar 500 hingga 550. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda memeriksa langsung persyaratan resmi dari program yang Anda tuju.
Waktu Ideal Mendaftar Sebelum Tenggat Beasiswa
Sebaiknya Anda mengikuti ujian TOEFL dua hingga tiga bulan sebelum tenggat pendaftaran berakhir. Dengan begitu, Anda memiliki waktu cukup untuk mengulang ujian apabila skor pertama belum memenuhi standar. Selain itu, Anda juga dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk melengkapi berkas beasiswa lainnya.
Cara Mempersiapkan Diri Sebelum Ujian
Mulailah persiapan dengan mengerjakan latihan soal sesuai format yang program syaratkan. Fokuskan waktu belajar pada bagian yang menjadi kelemahan Anda. Selain itu, aturlah jadwal belajar secara rutin. Dengan begitu, Anda dapat mengukur perkembangan kemampuan dari waktu ke waktu sebelum hari ujian tiba.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mendaftar
Beberapa pelamar sering terlambat mendaftar ujian karena menganggap prosesnya singkat. Selain itu, sebagian pelamar kurang memeriksa masa berlaku sertifikat.
Akibatnya, skor yang mereka miliki ternyata sudah kedaluwarsa saat program membuka pendaftaran.
Oleh karena itu, sebaiknya Anda selalu memeriksa tanggal ujian dan masa berlaku sertifikat sebelum mengirimkan berkas.
Lembaga Penyelenggara yang Perlu Anda Pilih
Pilihlah lembaga penyelenggara TOEFL yang resmi dan diakui secara luas. Sebab, beberapa program beasiswa dalam negeri hanya menerima sertifikat dari lembaga tertentu.
Oleh karena itu, periksa daftar lembaga yang program Anda rekomendasikan sebelum mendaftar ujian. Selain itu, pastikan lembaga tersebut menyediakan bukti keaslian sertifikat yang jelas.
Selain itu, tanyakan langsung kepada penyelenggara mengenai proses klaim sertifikat setelah ujian selesai. Dengan begitu, Anda dapat memastikan seluruh proses administrasi berjalan lancar tanpa hambatan.
Manfaat Tambahan bagi Pelamar
Selain memenuhi syarat administrasi, sertifikat ini memberi manfaat tambahan bagi Anda. Sebagai contoh, kemampuan bahasa Inggris yang Anda asah akan membantu Anda memahami materi kuliah berbahasa Inggris.
Selain itu, Anda dapat menggunakan sertifikat ini kembali untuk melamar pekerjaan atau mendaftar program pertukaran pelajar di kemudian hari.
Kesimpulan
Mempersiapkan sertifikat TOEFL untuk kebutuhan beasiswa dalam negeri membutuhkan perencanaan yang matang. Mulai dari memilih format yang tepat hingga memahami standar skor yang program tetapkan, setiap langkah membutuhkan ketelitian.
Dengan persiapan sejak awal, Anda dapat menghindari keterlambatan administrasi sekaligus meningkatkan peluang lolos seleksi.
Jika Anda ingin mempersiapkan TOEFL untuk kebutuhan beasiswa, daftarkan diri Anda sekarang melalui ltigroup.id. Tim LTI Group siap membantu Anda mencapai skor sesuai target Anda.

