Bahaya cairan kulit biji mete bagi kulit perlu dipahami oleh petani, pekerja pengolahan mete, dan pelaku usaha kacang mete. Cairan yang terdapat pada cangkang mete mentah mengandung senyawa yang dapat memicu iritasi ketika bersentuhan langsung dengan kulit. Paparan tersebut bisa menimbulkan rasa gatal, kemerahan, perih, hingga lepuhan pada kondisi tertentu. Oleh karena itu, pekerja perlu memahami risikonya dan menerapkan prosedur keselamatan selama pengolahan.
1. Mengenal Cairan pada Kulit Biji Mete
Kulit biji mete mengandung cairan yang dikenal sebagai cashew nut shell liquid (CNSL). Cairan ini mengandung senyawa seperti asam anakardat, kardol, dan kardanol. Beberapa senyawa tersebut dapat memicu iritasi atau reaksi alergi ketika bersentuhan dengan kulit. DermNet menjelaskan bahwa minyak dari cangkang mete mengandung komponen yang dapat memicu reaksi kulit.
Risiko paparan meningkat ketika pekerja memecahkan cangkang mete secara manual tanpa pelindung yang sesuai. Cairan dapat mengenai tangan, jari, atau bagian tubuh lain selama proses pengupasan. Oleh karena itu, pekerja perlu menggunakan pelindung yang tepat dan menghindari kontak langsung dengan cangkang mete mentah.
2. Dampak Cairan Kulit Mete terhadap Kulit
-
Menimbulkan kemerahan dan rasa gatal
Kontak langsung dengan cairan cangkang mete dapat memicu peradangan pada kulit. Gejalanya dapat berupa kemerahan, gatal, dan rasa perih. Tingkat reaksi bergantung pada kondisi kulit, jumlah paparan, serta sensitivitas setiap orang.
-
Memicu lepuhan dan peradangan
Pada paparan tertentu, reaksi kulit dapat berkembang menjadi pembengkakan atau lepuhan. Pekerja yang sering menangani cangkang tanpa perlindungan juga berisiko mengalami gangguan kulit akibat paparan berulang. Studi pada pekerja pengolahan mete melaporkan adanya kasus dermatitis kontak yang berkaitan dengan paparan cairan cangkang.
-
Mengganggu aktivitas kerja
Rasa gatal, perih, dan luka pada tangan dapat membuat pekerja kesulitan memegang alat atau mengupas mete dengan nyaman. Jika gejala muncul, pekerja sebaiknya menghentikan aktivitas yang memicu paparan dan menangani kulit dengan tepat.
3. Gunakan Alat Pelindung Diri
Pencegahan menjadi langkah penting untuk mengurangi kontak langsung dengan cairan cangkang mete. Gunakan sarung tangan yang tahan terhadap bahan kimia dan sesuai dengan prosedur kerja. Pekerja juga dapat memakai pakaian berlengan panjang serta pelindung mata jika proses pengupasan berisiko menimbulkan percikan.
Pastikan pelindung tidak robek dan tetap bersih selama digunakan. Selain itu, hindari menyentuh wajah atau bagian tubuh lain ketika tangan masih terkontaminasi. Setelah selesai bekerja, lepaskan pelindung dengan hati-hati dan bersihkan tangan menggunakan sabun serta air.
Simpan sarung tangan dan pakaian kerja secara terpisah dari barang pribadi. Ganti pelindung yang rusak sebelum melanjutkan pekerjaan.
4. Terapkan Prosedur Pengupasan yang Aman
Atur area pengupasan agar pekerja dapat menangani bahan dengan stabil. Gunakan peralatan yang sesuai dan periksa kondisinya sebelum memulai pekerjaan. Operator juga perlu mengikuti petunjuk penggunaan alat untuk mengurangi risiko percikan cairan atau kontak dengan bagian cangkang yang tajam.
Pekerja sebaiknya tidak memecahkan cangkang dengan cara yang berisiko mengenai tangan. Pisahkan cangkang dari biji yang sudah dikupas dan bersihkan area kerja secara berkala. Untuk mempelajari cara mengurangi kerusakan biji selama pengupasan, baca panduan cara mengurangi biji mete yang patah.
5. Lakukan Penanganan Awal jika Terkena Cairan
Jika cairan cangkang mete mengenai kulit, segera hentikan pekerjaan dan lepaskan pakaian atau sarung tangan yang terkontaminasi. Cuci bagian yang terkena menggunakan air mengalir dan sabun. Hindari menggosok kulit dengan keras atau mengoleskan bahan yang belum terbukti aman.
Apabila muncul lepuhan, nyeri berat, pembengkakan, atau iritasi yang terus memburuk, segera cari bantuan tenaga medis. Jika cairan mengenai mata, bilas dengan air mengalir dan segera dapatkan pertolongan medis. Jangan menunda pemeriksaan jika gejala terasa berat.
Kesimpulan
Bahaya cairan kulit biji mete bagi kulit terutama berkaitan dengan risiko iritasi dan dermatitis kontak. Pekerja dapat mengurangi risiko melalui penggunaan pelindung yang sesuai, prosedur pengupasan yang aman, serta kebersihan area kerja. Jika terjadi paparan, segera bersihkan bagian yang terkena dan cari bantuan medis apabila muncul gejala berat.

