Cara Membuat Bubuk Coklat dari Biji Kakao

Cara Membuat Bubuk Coklat dari Biji Kakao yang Manis

Pada Kesempatan ini saya akan memaparkan tentang Cara Membuat Bubuk Coklat dari Biji Kakao yang manis dan pastinya juga enak untuk dibuat minuman atau lainya. Coklat merupakan suatu makanan yang sangat disukai serta digemari oleh semua orang diseluruh dunia.
Karena rasanya yang manis dan enak, coklat banyak dibuat dalam berberapa bentuk, seperti sebagai bahan pembuat kue, es krim, permen, dan masih banyak lagi kemasan coklat yang bisa kita temui.

Cara Membuat Bubuk Coklat dengan biji Kakao menjadi Coklat

Cara Membuat Bubuk Coklat dengan biji Kakao menjadi Coklat

Langkah pertama

tentu saja mendapatkan biji Kakao. Anda bisa membeli di toko online atau mungkin meminta ke tetangga sebelah yang petani Kakao. Biji Kakao yang akan diolah harus sudah melalui proses fermentasi dan siap digunakan.

Langkah kedua

adalah menyangrai atau roasting. Jika pada perusahaan cokelat, proses roasting menggunakan mesin canggih berharga mahal, namun jika dirumah, anda bisa memanfaatkan oven roti atau bahkan wajan sangrai kopi yang terbuat dari tanah liat.

Jika menggunakan oven roti, maka letakan biji Kakao pada baki panggang kemudian masukan ke oven dan kemudian nyalakan kompor, panaskan hingga 30 menit. Jika menggunakan wajan sangrai, tinggal langsung masukan biji Kakao dalam wajan dan masak hingga matang. Kurang lebih 15-30 menit.

Langkah ketiga

adalah memisahkan kulit luar. Bagian yang dibutuhkan untuk membuat coklat ialah bagian dalamnya atau yang sering disebut kotiledon yang dilapisi dengan kulit tipis.

Untuk menyingkirkan kulit luar, anda bisa menumbuk pelan-pelan hingga kulit terkelupas. Untuk memudahkan pemisahan kulit dari kotiledon, maka gunakan kipas angin agar kulit luar terhempas. Proses ini disebut desheller pada pabrik pembuat coklat.

Langkah keempat

adalah penggilingan dan pencampuran. Ini proses yang cukup berat jika tidak menggunakan mesin, karena penggilingan memakan waktu lama, kurang lebih 12 jam jika menggunakan blender atau mixer yang tersedia di rumah. Tahap pencampuran dilakukan jika biji Kakao sudah mulai meleleh  , bisa dibilang seperti pasta.

Sembari melakukan mixing atau pengadukan, campurkan bahan lainnya seperti gula dan susu atau bahan lain yang anda inginkan sebagai penambah rasa.

Langkah kelima

adalah kondisioning yakni proses pemananasan adonan. Gunakan microwave atau oven untuk melakukan proses ini. Masukan adonan pada loyang, kemudian atur waktu hingga 12 menit pada suhu 33-48 derajat celsius. Proses ini dimaksudkan untuk meluruhkan kristal lemak pada coklat hingga adonan mencari.

Langkah keenam

adalah pencetakan. Setelah selesai proses pemanasan, matikan kompor dan diamkan sejenak untuk menurunkan suhu panasnya. Lalu, masukan adonan coklat ke dalam cetakan yang sudah di siapkan.

Setelah itu masukan cetakan ke kulkas atau lemari pendingin dengan suhu 16-20 derajat sampai adonan coklat beku. Tahap ini memakan waktu kurang lebih 30 menit.

Lalu melalui 6 tahapan tersebut diatas, adonan coklat sudah siap keluarkan dari cetakannya. Jadilah coklat batangan atau berbentuk sesuai dengan cetakan yang kalian siapkan tadi.

Sebenarnya cukup mudah apabila dikerjakan dengan mesin, khususnya pada proses penggilingan yang memakan waktu sangat lama dan melelahkan.

Demikian cara mengolah biji kakao secara manual di rumah. Jika anda berkeinginan untuk membuat UKM produksi coklat misalnya, mesin yang wajib dimiliki tentu saja mesin giling atau biasa disebut pemasta kasar coklat yang sudah banyak dijual dipasaran dengan harga sekitar 5 juta rupiah yang berkapasitas 20-25 kg.

Jenis-jenis Cokelat

Produsen cokelat pada umumnya memproduksi tiga macam cokelat jadi, yaitu cokelat pekat (dark chocolate), cokelat susu (milk chocolate), dan cokelat putih (white chocolate).

Ketiga macam cokelat ini dibedakan berdasarkan komposisinya, yaitu dari kandungan cokelat, gula, serta bahan tambahan lain (Brown, 2010). Berikut ini adalah jenis-jenis cokelat beserta penjelasannya:

1. Cokelat Pekat (Dark Chocolate)

Cokelat pekat ditentukan dengan tingginya kandungan cokelat. Amerika Serikat menetapkan minimal 35 persen kandungan dalam cokelat untuk dark chocolate sedangkan Eropa menetapkan minimal 43 persen kandungan dalam cokelat untuk dark chocolate.

Cokelat pekat yang berkualitas tinggi memiliki kandungan gula yang sangat rendah dibandingkan jenis cokelat lainnya dan oleh sebab itu rasanya lebih pahit (Atkinson, Banks, France, & McFadden, 2010).

2. Cokelat Susu

Cokelat susu terdiri dari cokelat padat, susu, gula, lemak nabati dan sedikit lesithin. Kandungan cokelat padat di cokelat jenis ini lebih banyak dibandingkan cokelat pekat sedangkan kandungan gulanya jauh lebih besar (Atkinson, Banks, France, & McFadden, 2010).

Di Amerika Serikat cokelat susu harus mengandung paling tidak 10% cokelat cair dan 12% susu padat. Sementara itu, peraturan dari Uni Eropa mengharuskan kandungan cokelat padat minimal 25% namun 20% di Kerajaan Inggris dan Irlandia.

3. Cokelat Putih

Cokelat putih memiliki komposisi yang hampir sama dengan cokelat susu namun tidak mengandung cokelat padat melainkan menggunakan minyak cokelat (cocoa butter) (Brown, 2010). Cokelat putih paling tidak mengandung 20% minyak cokelat, 14% susu, sekitar 55% gula dan bahan-bahan lainnya.

Cokelat putih biasanya dijual agar bisa menghasilkan berbagai macam warna untuk permen cokelat ataupun kue (Atkinson, Banks, France, & McFadden, 2010).

4. Couverture

Cokelat jenis couverture merupakan cokelat berkualitas tinggi yang digunakan sebagai pelapis dan bahan pembuat kue. Untuk membuat cokelat couverture minyak cokelat dan gula ditambahkan pada pasta cokelat (cocoa mass) kemudian diadon dan digiling menjadi butiran kecil.

Hasilnya lalu masuk ke mesin penggilas untuk diaduk hingga memiliki tekstur yang lembut. Proses ini dapat berlangsung hingga berhari-hari sesuai kelembutan yang diinginkan.

Kemudian hasil akhir cokelat melewati proses tempering dimana temperatur dari cokelat diturunkan hingga tercapai konsistensi yang diinginkan (Atkinson, Banks, France, & McFadden, 2010).

Pengolahan Cokelat

Proses produksi cokelat biasanya melewati tahap pengolahan sebagai berikut ini:

  1. Blending dan Mixing. Tahap ini merupakan tahap pencampuran atau pengadukan antara kakao massa dengan bahan non kakao (gula, susu bubuk, vanillin, soya lecithin, dan lainnya). Penambahan bahan non kakao
  2. bertujuan untuk mengatasi rasa pahit yang dihasilkan dari kakao massa.
  3. Refining. Campuran tadi kemudian dihaluskan menggunakan mesin refiner, yang menghasilkan lapisan tipis campuran.
  4. Conching. Homogenisasi dilakukan dengan mengaduk campuran dalam mesin conche selama 12–14 jam atau bahkan 1–2 hari sesuai kebutuhan. Jika kita menginginkan adanya penambahan cocoa butter dengan rasio tertentu, maka penambahan tersebut dilakukan pada tahap conching ini. Selain bertujuan untuk menghomogenkan campuran, pada tahap ini bertujuan untuk mengurangi bau/rasa asam yang tersisa pada coklat, sehingga aroma coklat  menjadi semakin terasa.
  5. Tempering. Karakteristik couverture ini biasanya belum stabil. Tempering merupakan suatu proses untuk menstabilkannya, dan membuat permukaan coklat menjadi mengkilat dan coklat menjadi renyah. Tempering dilakukan dengan menaikkan/menurunkan suhu.

    Di artikel ini kita tidak hanya membahas tentang Cara Membuat Bubuk Coklat dari Biji Kakao saja, kita juga akan memaparkan tentang Resep Perkedel Jagung Tanpa Telur dan juga tentang Cara Membuat Bubuk Coklat.

    Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam artikel ini tentang Cara Membuat Bubuk Coklat dari Biji Kakao , tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau pengalaman yang ada di hubungannya dengan judul artikel ini. Sekian artikel dari kami tentang Cara Membuat Bubuk Coklat dari Biji Kakao , semoga bermanfaat. Sekian dan terimakasih