cara-menanam-jagung-di-sawah

Cara Menanam Jagung Di Sawah Dengan Benar

Seperti yang kita tahu, jagung merupakan salah satu dari 10 makanan pokok yang dikonsumsi seluruh masyarakat di dunia, selain beras, singkong dan gandum tentunya.  Berbeda dengan tanaman gandum yang membutuhkan iklim dingin, tanaman jagung lebih cocok berada pada iklim tropis seperti Indonesia. Cara menanam jagung sendiri juga sudah tidak asing di telinga orang Indonesia. Sejak dulu, budidaya tanaman jagung kerap dilakukan oleh masyarakat untuk menopang ekonomi rakyat. Kali ini, kita akan membahas cara menanam jagung di sawah yang benar dan hasilnya dijamin tidak mengecewakan. Yuk, disimak caranya!

Cara Menanam Jagung di Sawah

Persiapan Menanam Jagung

1. Cari Tahu dan Teliti Tentang Tempat yang Akan Anda Tanami Jagung

Anda harus mencari tahu sawah yang tepat untuk ditanami jagung. Berbeda dengan kebun, sawah memiliki permukaan yang lebih rendah dan kandungan air yang lebih banyak karena parit yang tersambung menuju sawag. Sehingga, saat ingin menanam jagung di sawah, Anda harus memastikan tanah sawah bisa dibentuk menjadi barisan gundukan dan kandungan air di sawah akan berkurang cukup drastis.

2. Ketahui Jenis Bibit Jagung yang Akan Anda Tanam

Semua jenis jagung bisa ditanam di sawah, seperti jagung manis, jagung Mutiara, jagung gigi-kuda dan jagung Hibrida.

3. Ketahui Teknik Menanam Jagung di Sawah

Cara menanam jagung di sawah dan di kebun memiliki beberapa perbedaan. Sehingga, Anda harus menguasai kedua teknik tersebut agar jagung yang Anda tanam akan menghasilkan buah jagung yang sempurna.

4. Anda harus Tahu Kapan Anda Akan Menanam

Musim kemarau di Indonesia terjadi sekitar bulan April sampai Oktober. Inilah waktu yang tepat untuk menanam jagung, bahkan di sawah sekalipun. Jangan menanam jagung pada musim hujan. Seperti yang kita tahu, jagung membutuhkan banyak sinar matahari dan sedikit air. Sehingga, menanam jagung pada musim hujan akan memperburuk kualitas jagung yang dihasilkan.

5. Persiapan Lahan

Setelah melakukan keempat metode di atas, Anda sudah siap untuk menanam jagung. Cara persiapan lahan untuk menanam jagung di lahan sawah setidaknya ada dua tahap, yakni pembajakan dan penggemburan. Pembajakan dilakukan dengan cara membalik 30 cm tanah bagian dalam ke permukaan.

Proses pembajakan lahan penanaman jagung bertujuan untuk membersihkan permukaan tanah dari rumput liar dan gulma. Pembajakan lahan sekaligus akan mensterilkan tanah dari hama dan penyakit serta mengkomposkan sisa-sisa tanaman sebelumnya. Setelah tanah untuk menanam jagung selesai dibajak, selanjutnya lahan didiamkan selama 3 hari.

Langkah selanjutnya yakni proses penggemburan. Gumpalan-gumpalan tanah yang masih berukuran besar dan keras kemudian dicacah menggunakan garu atau mesin penggembur tanah. Nantinya tekstur tanah untuk menanam jagung akan menjadi lembut dan gembur. Buatlah bedengan berukuran lebar 75 cm dengan tinggi 5-10 cm.

Pada tahapan ini Anda sudah bisa memberikan bahan penyubur tanah serta tambahan unsur hara siap serap bagi tanaman jagung berupa pupuk kandang dari kotoran kambing dan pupuk NPK. Untuk setiap 1 ha lahan berikan pupuk kandang sebanyak 5-10 ton serta campuran pupuk Urea 125 kg, SP-36 150 kg dan KCL 75 kg.

Setelah tanah selesai dibajak dan digemburkan, buat barisan gundukan tanah di sawah setinggi 50 cm agar kandungan air di tanah berkurang dengan cepat.

Menanam dan Menumbuhkan Jagung

1. Tanam Jagung Anda

Proses penanaman benih jagung dilakukan 1 minggu setelah lahan selesai diolah. Sehingga sesaat setelah benih tertanam, maka akar tanaman jagung bisa segera menyerap unsur hara yang sebelumnya sudah diurai oleh mikroorganisme tanah.

Jika jagung yang ingin Anda tanam bertujuan sebagai bahan pangan, tanamlah sepuluh hingga lima belas tanaman. Jika setiap tanaman 100% berhasil, tanaman-tanaman jagung tersebut bisa menghasilkan dua tongkol pada masing-masing batang jagung.

  • Jagung melakukan penyerbukan dengan Anemogami atau diserbuki oleh angin, jadi sangat baik jika menanamnya dalam blok daripada baris satu per satu, sehingga serbuk sari memiliki peluang yang lebih baik untuk berkecambah.
  • Tanam benih setiap 3 inci (7,5 cm) di sepanjang baris, dengan jarak 24,06 inci (61,0-91,4 cm) di antara baris. Tanam setidaknya empat baris sehingga angin dapat menyebarkan serbuk sari di antara mereka.
  • Tanam bijinya 1–2 inci (2,5–5,1 cm) di bawah permukaan tanah, dengan setiap tanaman
  • Untuk meningkatkan kemungkinan perkecambahan biji, tanamlah 2-3 biji bersamaan di setiap penempatan.
  • Jika Anda menanam banyak varietas jagung, pastikan Anda menanamnya di petak terpisah untuk mengurangi risiko penyerbukan silang. Jika penyerbukan silang terjadi, maka akan menghasilkan kernel yang keras dan bertepung.

2. Siram Jagung

Jagung membutuhkan sekitar satu inci air per minggu, dan penyiraman yang kurang dari itu dapat menghasilkan tongkol dengan banyak biji yang berkurang. Siramkan air ke pangkal tanaman untuk mencegah membasuhnya serbuk sari di bagian atas tanaman. Jika sawah tersebut sudah memiliki parit dan air mengalir dengan lancer, Anda tidak perlu lagi menyiram jagung.

3. Potong Tanaman Gulma

Biarkan gulma jagung sampai setinggi lutut. Lebih dari itu, jagung Anda bisa saja kalah ‘bersaing’ dengan gulma-nya sendiri.

4. Masa Panen

Tanaman jagung mulai berbunga setelah berumur 7 minggu atau 42 hari setelah tanam. Kemudian tanaman jagung akan mulai mengering dan siap panen saat umur tanam jagung menginjak 65-75 hari setelah tanam. Perbedaan umur panen pada jagung bisa disebabkan varietas benih yang digunakan serta kondisi iklim saat melakukan budidaya jagung.

Anda perlu melakukan pemangkasan daun saat umur tanaman jagung sudah mencapai 50 hari. Proses pemangkasan ini bertujuan untuk mendapatkan hasil panen biji jagung yang berkualitas dengan jumlah optimal. Di mana ketika daun tanaman jagung dipangkas, maka nutrisi yang diserap akan difokuskan untuk pematangan biji jagung.

Setelah biji jagung mulai mengering dan mengkilap,  selanjutnya segera panen tongkol jagung tersebut, kemudian dijemur selama 5 hari. Pada tahapan ini kadar air biji jagung masih berkisar antara 18 persen. Selanjutnya lakukan perontokan biji jagung dan lanjutkan pengeringan kedua selama 3 hari hingga kadar air jagung mencapai 13 persen.

Kesimpulan dari artikel ini adalah mengaplikasikan cara menanam jagung di sawah yang benar, dari pemilihan varietas hingga panen akan menghasilkan jagung yang memiliki kualitas terbaik dan memiliki harga jual yang sesuai. Demikian pembahasan kita tentang cara menanam jagung di sawah. Semoga, artikel ini bermanfaat bagi para pembaca dan mudah untuk diaplikasikan.