Kali ini saya akan membuat artikel tentang cara menanam jahe setidaknya dilakukan’\[?/; 1 bulan sebelum bibit siap ditanam. Persiapan lahan meliputi pembersihan lahan dari gulma rumput dan sisa-sisa tanaman sebelumnya. Kemudian lahan dicangkul atau dibajak kasar dengan kedalaman 25 – 35 cm, kemudian lahan dijemur selama kurang lebih 1 minggu. Selanjutnya lahan dibajak atau dicangkul untuk kedua kalinya untuk penggemburan. Kemudian dibuat bedengan dengan lebar 80 – 120 cm, tinggi 25-30 cm dengan panjang bedengan disesuaikan dengan keadaan lahan.
Dosis dan Jenis Pupuk Dasar Tanaman Jahe

Pupuk dasar wajib diberikan pada hampir semua tanaman budidaya, tujuannya untuk menyuburkan tanah serta menyediakan nutrisi bagi tanaman dan membuat tanaman tumbuh lebih subur. Pupuk dasar untuk tanaman jahe antara lain sebagai berikut ;
1). Kapur Pertanian/Dolomit, diberikan setelah selesai pengolahan lahan pertama (pembajakan kasar). Dengan dosis disesuaikan dengan pH tanah. Kapur pertanian/dolomit ditaburkan merata pada lahan dan dibiarkan sampai tersiram hujan.
2). Pupuk Kandang/Kompos, penaburan pupuk kandang dilakukan bersamaan dengan pembuatan bedengan. Kemudian diaduk atau ditutup menggunakan tanah. Pupuk kandang yang baik untuk pupuk dasar tanaman jahe adalah pupuk kandang yang telah difermentasi.
3). Pupuk TSP/SP36, Urea/ZA dan KCl, pupuk ditaburkan bersamaan dengan penaburan pupuk kandang.
4). Dosis pupuk dasar tanaman jahe per hektar : pupuk kandang 20-30 ton, urea 200 kg, TSP/SP36 300 kg, dan KCl 300 kg. Atau disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah.
Cara Menanam Bibit Jahe

Penanaman bibit jahe sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan. Penanaman bibit dilakukan 2 – 3 minggu setelah penaburan pupuk dasar. Berikut ini langkah dan tahapan penanaman bibit jahe ;
1). Diatas bedengan dibuat beberapa parit memanjang dengan kedalaman 10 – 15 cm. jarak antar parit 40 – 50 cm.
2). Bibit diletakkan pada parit dengan jarak 30 cm. Bibit diletakkan dengan posisi rebah dan mata tunas menghadap keatas
3). Kemudian bibit ditutup menggunakan tanah dengan ketebalan kurang lebih 5 cm.
Jenis dan Dosis Pupuk Susulan Tanaman Jahe
Pupuk susulan diberikan pada umur 6-8 minggu setelah tanam. Jenis pupuk susulan untuk tanaman jahe adalah TSP dan KCL dengan dosis masing-masing 125 kg per hektar. Pupuk ditaburkan disekeliling tanaman dan usahakan tidak mengenai batang atau rimpang jahe. Kemudian pupuk ditutup menggunakan tanah atau dilakukan pendangiran/pembumbunan. Jika menggunakan pupuk kandang, taburkan pupuk kandang yang telah matang telah difermentasi.
J. Pemeliharaan Budidaya Tanaman Jahe

Beberapa kegiatan dalam melakukan pemeliharaan tanaman jahe adalah sebagai berikut ;
1). Penyulaman, lakukan penyulaman segera setelah terlihat adanya bibit jahe yang mati atau tidak tumbuh dengan sempurna.
2). Penyiangan, yaitu membersihkan areal pertanaman dari rumput liar atau tanaman pengganggu lainnya
3). Pembumbunan/Pendangiran, dilakukan bersamaan dengan pemupukan susulan
4). Monitoring, lakukan pengamatan secara rutin untuk mengetahui perkembangan tanaman dan memonitoring serangan hama maupun penyakit.
K. Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Jahe
Seperti halnya tanaman budidaya pada umumnya, tanaman jahe juga tidak lepas dari gangguan OPT (organisme pengganggu tanaman), baik berupa hama maupun penyakit. Hama dan penyakit yang sering mengganggu tanaman jahe antara lain :
1). Penyakit layu bakteri (Pseudomonas solanacearum)
2). Penyakit busuk rimpang (Fusarium oxysporum)
3). Bercak daun (Phyllosticta zingiberi)
Cara mencegah dan mengendalikan hama penyakit tersebut antara lain ; menggunakan bibit unggul yang bebas dari hama penyakit, melakukan monitoring, rotasi tanaman, tidak menanam jahe pada areal yang terserang selama 3-5 tahun, sanitasi lahan, pemupukan yang berimbang dan perlakuan pestisida sesuai dengan jenis penyakit yang menyerang.
L. Panen dan Paska Panen Jahe
Pemanenan tanaman jahe dilakukan jika tanaman sudah berumur 10 -12 bulan setalah tanam (tergantung varietas jahe yang ditanam). Pemanenan dilakukan dengan menggali rimpang jahe menggunakan cangkul atau garpu. Lakukan pemanenan dengan hati-hati supaya tidak merusak rimpang. Kemudian rimpang jahe dibersihkan dari tanah yang menempel dan dikemas menggunakan karung goni, keranjang atau kotak kayu. Lakukan penyortiran sesuai dengan grade, pisahkan rimpang yang rusak, busuk atau terserang penyakit. Selanjutnya hasil panen jahe bisa langsung dijual ke pengepul atau diolah terlebih dahulu.
Sekian dan terimakasih atas kunjungannya tentang artikel di atas ini
Saya adalah seorang penulis di nyaribisnis.com, dan tulisan-tulisan saya fokus pada perkembangan teknologi, khususnya di dunia teknologi informasi. Saya adalah seorang pecinta pembelajaran yang tak pernah puas dan dengan senang hati membagikan berbagai informasi terkait bisnis dan tips terbaru kepada para pembaca.
