cara menanam padi ciherang

Cara Menanam Padi Ciherang Dengan Benar dan Tepat

Cara Menanam Padi Ciherang Dengan Benar dan Tepat

cara menanam padi ciherang

Cara menanam padi ciherang pada umumnya hampir sama dengan cara menanam padi yang dilakukan petani pada umumnya.

Tanaman padi ciherang merupakan salah satu jenis padi hasil Persilangan dari jenis varietas unggul padi lokal untuk menghasilkan varietas padi yang unggulan.

padi ini juga sebagai padi untuk menjawab keraguan dari para petani akan mahalnya padi hibrida.

Keunggulan dari jenis Padi Ciherang  ini sendiri antara lain :
1. Memiliki tingkat produktifitas 6,0 hingga 8,5 ton/ha, dengan umur tanaman yang terbilang sangat singkat 116 sampai dengan 125 hari saja.

2. Tanaman padi jenis ini juga tahan terhadap ancaman serangan hama dan panyakit yang berbahaya bagi kelangsungan hidup dari tanaman padi ini.

Hama tersebut antara lain hama wereng coklat dan penyakit hawar daun, bakteri dan lainnya.

3. Tekstur nasi yang dihasilkan dari padi ciherang ini terbilang lebih pulen serta wangi.

4. Tidak kalah pentingnya, selain dari harga benih padi yang terbilang sangat terjangkau.

benih padi ciherang ini juga masih bisa untuk Anda gunakan sebagai bahan untuk ditanam kembali.

Supaya padi ciherang yang Anda budidaya dapat tumbuh dengan optimal maka tanaman padi ini memerlukan kesesuaian tumbuh antara lain dengan iklim Tropis dan Subtropis.

Intensitas rata-rata curah hujan 1500 hingga 2000 mm per tahunnya dan dengan ketinggian optimal mencapai 0 hingga 1500 meter di atas permukaan laut.

Sekaligus dengan temperatur yang optimal pula yaitu mencapai 22 sampai 27 °C.

Tahapan Penanaman Padi Ciherang

Berikut adalah tahapan yang digunakan untuk upaya penerapan cara menanam padi ciherang dengan benar dan tepat :

a) Persemaian

Di dalam upaya penerapan cara menanam padi ciherang persemaian benih padi tempuh dalam cara menanam padi ciherang dengan benar dan tepat.

Didalam kegiatan penyemaian, Anda dapat memulainya dengan cara memasukkan benih padi ke dalam karung goni.

Dan selanjutnya dilanjutkan dengan cara merendam benih tersebut selama kurang lebih 1 malam.

Hal tersebut bertujuan untuk mendapatkan benih tanaman padi yang tumbuh  dengan seragam.

Lahan yang perlu Anda siapkan untuk persemaian kurang lebih 50 hari sebelum benih tersebit Anda semai di luasan 1 atau 20 dari luasan lahan tanam.

Selanjutnya Lahan persemaian tersebut dibuat bedengan sepanjang kurang lebih 500 sampai 600 cm, dengan lebar 120 cm  dan dengan tinggi 20 cm.

Sebelum dilakukan persemaian benih yang hendak Anda gunakan terlebih dahulu ditaburi dengan pupuk urea dan SP-36 yang masing-masing diberi 10 gr/m².

Benih tersebut dapat Anda semai dengan kerapatan hingga 75 gr/ m².

Lama waktu persemaian benih padi terhenti apabila, benih padi sudah mencapai ketinggian 5 cm dan siap untuk Anda pindahkan lalu ditanam kembali ketika memasuki umur 21-25 hari.

b) Pengolahan Lahan

Pengolahan lahan ini bertujuan untuk menyiapkan lahan yang digunakan sebagai media bercocok tanam padi yang baik serta sesuai untuk pertumbuhan ersebut.

Padi yang hendak Anda tanam dimulai dengan cara membersihkan pada saluran air dari sisa-sisa jerami dan rumput liar yang ada.

c) Penanaman

Tahapan penanaman dapat Anda mulai dengan cara mempersiapkan bibit padi dari bedengan persemaian yang telah berumur 21 sampai 25 hari.

Benih padi dapat untuk tanam dengan jarak tanam sekitar 20 x 20 cm, 25 x 25 cm, 22 x 22 cm atau 30 x 20 cm.

Jarak tersebut tergantung dari tingkat kesuburan tanah yang Anda gunakan sebagai media dan  musim pada saat penanaman berlangsung.

Penanaman dapat Anda lakukan dengan cara mencabut benih dan ditanam kurang lebih sebanyak 5 batang dan bahkan bisa lebih.

Padi dengan jumlah anakan yang lebih banyak akan memerlukan jarak tanam yang lebih lebar pula.

Dan untuk lahan padi dengan tanah yang subur jarak antar tanam bisa Anda buat lebih lebar.

d) Penyiangan

Penyiangan dapat Anda lakukan dengan cara mencabuti rumput kurang lebih dua kali.

Yaitu pada saat padi yang Anda tanam telah berumur 3 dan 6 minggu atau Anda juga menggunakan alat cangkul kecil untuk mempermudah penyiangan tersebut.

Kegiatan Penyiangan pada umumnya dilakukan bersamaan dengan penyiangan pertama dan 1 hingga 2 minggu sebelum muncul malai.

e) Pengairan

Untuk Pengairan ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui antara lain.

Jumlah Air haruslah dapat menggenangi lahan sawah dengan merata dan setelah Anda melakukan penanaman, sawah harus dikeringkan kurang lebih 2 hingga 3 hari sedikit demi sedikit.

f) Pemupukan

Tahapan Pemupukan dapat Anda lalukan dengan cara memberikan pupuk jenis anorganik jenis Urea, SP-36 dan Kcl yang masing-masing berjumlah 300 – 175 – 50 kg/hektarnya.

Tahapan pemupukan tersebut dapat Anda terapkan pada saat umur tanaman telah memasuki 3 sampai 4 minggu dan 6 hingga 8 minggu setelah tanam dengan cara disebar.

g) Penyemprotan

Penyemprotan dapat untuk Anda lakukan apabila intensitas serangan hama dan penyakit telah melewati batas ambang ekonomis.

Apabila tidak segera Anda kendalikan, maka akan berakibat pada kerugian dari hasil panen Anda.

Kegiatan penyemprotan pestisida ini dapat Anda lakukan pada saat tanaman telah memasuki umur tanam 1-2 minggu.

h) Panen

Panen padi siap untuk Anda lakukan ketika bulir padi sudah keseluruhan telah menguning atau 33 hingga 36 hari setelah padi tersebut berbunga.

Cara panen padi ini dapat Anda lakukan secara manual dengan mengunakan sabit dan memotong pada bagian pangkal batang.

Anda juga bisa dengan mengunakan mesin reaper harvester yang hanya dilakukan dalam 6 jam/hektarnya.

Oiya, untuk anda yang sedang mengalami masalah pada ac yang ada dirumah anda, maka anda bisa mengunjungi sejasajogja.com, untuk mengatasi masalah yang anda alami.

Itu tadi sedikit artikel yang dapat kami bagikan semoga bermanfaat. Dan untuk Anda yang ingin mengetahui berbagai fakta dan informasi menarik mengenai Cara Menanam Padi Yang Baik Dan Menguntungkan maka Anda bisa klik tulisan biru diatasi, sekian.