Cara Menanam Tomat Yang Praktis Dan Benar Dirumah

Cara Menanam Tomat Yang Praktis Dan Benar Dirumah

Pada artikel kali ini, kita akan belajar cara menanam tomat, simak semua langkah-langkah dan ulasan yang ada di artikel ini, supaya tomat yang kalian budidayakan, mendapatkan hasil yang melimpah, dan menguntungkan tentunya.

Tomat (Solanum lycopersicum) adalah tumbuhan dari keluarga Solanaceae, tumbuhan asli Amerika Tengah dan Selatan, dari Meksiko sampai Peru. Tanaman tomat ini sendiri memiliki siklus hidup yang lumayan singkat dan memiliki tinggi antara 1 sampai 3 meter. Buah tomat sendiri memiliki khasiat antara lain mencegah kanker, karena buah tomat pada warna merahnya banyak mengandung zat Lycopene.

Cara Menanam Tomat dan Syarat Tumbuh Tanaman Tomat

cara menanam tomat

1. Cara Menanam Tomat Dengan Cara Melihat Iklim

Tomat sendiri dapat tumbuh di daerah tropis maupun sub tropis. Jumlah curah hujan yang dikehendaki dan dibutuhkan dalam pelaksanaan budidaya tomat ini ialah sekitar 750-1.250 mm/tahun. Keadaan tersebut berhubungan erat dengan ketersediaan air tanah bagi tanaman, terutama di daerah yang tidak terdapat irigasi teknis. Curah hujan yang tinggi juga dapat menghambat persarian. Kekurangan asupan sinar matahari dapat menyebabkan tanaman tomat mudah terserang penyakit, baik parasit maupun non parasit.

Sinar matahari berintensitas tinggi akan menghasilkan vitamin C dan karoten (provitamin A) yang lebih tinggi. Penyerapan terhadap unsur hara yang maksimal yang dilakukan oleh tanaman tomat akan dicapai maksimal apabila pencahayaan selama 12-14 jam/hari, sedangkan intensitas cahaya yang dikehendaki adalah 0,25mm, per jam.

2. Cara Menanam Tomat Dengan Cara Memperhatikan Suhu

Kisaran temperatur yang baik untuk pertumbuhan tanaman tomat ialah antara 20-27 derajat celsius. Jika temperatur berada di suhu yang lebih dari 30 derajat celcius atau kurang dari 10 derajat celsius, maka hal itu akan mengakibatkan terhambatnya pembentukan dari buah tomat.

Untuk negara yang mempunyai empat musim setiap tahunnya, biasanya saat membudidayakan tomat, menggunakan pemanas untuk mengatur suhu udara ketika musim dingin, udara panas dari heater tersebut disalurkan ke dalam green house melalui saluran berbentuk fleksibel berwarna putih.

3. Cara Menanam Tomat Dengan Cara Memperhatikan Kelembaban Lahan

Kelembaban lahan yang cukup baik untuk pertumbuhan tanaman tomat adalah sekitar 25 %. Keadaan seperti ini akan merangsang pertumbuhan untuk tanaman tomat yang masih berusia muda karena, asimilasi karbondioksida menjadi lebih baik melalui stomata yang membuka lebih banyak. Akan tetapi, kelembaban relatif yang tinggi juga dapat merangsang mikroorganisme pengganggu tanaman.

4. Cara Menanam Tomat Dengan Cara Memperhatikan Media Tanam

Biasanya, tanaman seperti tomat bisa ditanam di segala jenis media tanah, mulai dari tanah berpasir sampai tanah yang berlempung berpasir yang  sangat subur, gembur, berporus, banyak mengandung bahan organik dan unsur hara, serta mudah untuk merembeskan air. Tingkat kemasaman tanah (pH) yang sesuai untuk budidaya tomat ialah berkisar 5,0-7,0.

Akar dari tanaman tomat sangat rentan terhadap kekurangan oksigen. Oleh sebab itu, tanaman tomat tidak boleh sampai digenangi oleh air. Dalam pembudidayaan tanaman tomat sendiri, sebaiknya pilih lokasi yang topografi tanahnya datar sehingga tidak perlu dibuat teras-teras dan tanggul.

5. Cara Menanam Tomat Dengan Cara Mengatur Ketinggian Lahan

Tomat sendiri dapat tumbuh di berbagai bentuk ketinggian lahan, baik di dataran tinggi maupun di dataran rendah, tergantung dari varietasnya. Tomat yang paling sesuai untuk ditanam di dataran tinggi, adalah seperti varietas Kada, sedangkan untuk varietas yang sangat sesuai ditanam di dataran rendah, adalah varietas Intan, varietas Ratna, varietas LV, dan varietas CLN.

Selain itu juga, ada beberapa varietas tanaman tomat yang sangat cocok ditanam di dataran rendah maupun di dataran tinggi, antara lain varietas tomat GH 2, varietas tomat GH 4, varietas Berlian, dan varietas Mutiara.

Cara Menanam Tomat dan Pengenalan Terhadap Hama Penyakit yang Menyerang Tanaman Tomat

hama tanaman tomat

Setiap kita membudidayakan sesuatu tanaman, entah itu jagung, kedelai, tomat, dan tanaman organik lainnya, tentu kita tidak bisa menghindari sesuatu hal yang disebut dengan hama dan penyakit, kedua hal ini selalu muncul dan kita sebagai seorang pembudidaya harus dapat mengatasi hal ini, jika tidak, kita tidak akan mendapatkan hasil panen yang maksimal. Dibawah ini, kita akan mengetahui dan belajar mengenai hama-hama yang menyerang tanaman tomat.

1. Hama Kutu Daun Thrips 

Ciri-ciri dari hama kutu daun thrips adalah memiliki panjang kurang lebih 1 mm dan memiliki warna kehitaman. Hama kutu daun thrips ini menyerang bagian daun pada tanaman tomat. Hal ini mengakibatkan proses fotosintesis pada tanaman tomat akan terganggu karena proses fotosintesis terganggu atau bahkan bisa terhenti. Hama kutu daun thrips menghisap cairan pada daun tanaman.

Tanda-tanda dari serangan hama kutu daun thrips ini adalah daun tanaman tomat akan berubah warna menjadi putih. Serangan yang sudah sangat parah akan mengakibatkan daun menjadi kering dan lama kelamaan akan mati.

2. Ulat Buah Tomat

Hama ulat buah tomat ini menyerang pada bagian daun, bunga, dan buah tanaman tomat. Ciri-ciri dari hama ulat buah tomat ini adalah memiliki panjang tubuh sekitar 3 cm. Warna dari tubuh ulat ini adalah coklat hingga kehitaman. Tubuh dari ulat buah tomat ini diselubungi oleh bulu-bulu yang cukup halus.

Yang akan terjadi apabila jika ulat buah tomat ini menyerang salah satu bagian tanaman seperti, buah dari tomat adalah munculnya lubang yang mengelilingi buah tomat. Semakin lama buah tomat akan mengalami infeksi dan terjadi busuk lunak.

3. Hama Lalat Buah

Hama ini berukuran sekitar 8 mm denga warna tubuh hijau kehitaman dan memiliki sayap tranparan. Sedangkan saat belatung muda berwarna putih dan kekuningan jika menjelang dewasa pada daging tomat. Tanaman tomat yang terserang hama lalat buah ini akan mengalami pembusukan dan terdapat belatung di dalamnya.

4. Penyakit Layu Fusarium

Gejala  dari penyakit layu fusarium pada awal serangan adalah, dapat dilihat dengan adanya, tanaman yang secara tiba-tiba layu dan akan segar kembali pada sore hari dan saat pagi hari lalu akhirnya mati. Penyakit layu fusarium disebabkan oleh cendawan patogen Fusarium oxysporum. Jamur ini pada awalnya menyerang pada bagian akar dan lama kelamaan menyerang ke seluruh bagian tanaman.

5. Penyakit Busuk Buah

Ada dua macam jamur penyebab busuk buah pada tanaman tomat. Yang pertama adalah penyakit busuk buah pada tomat disebabkan oleh jamur jenis Thanatephorus cucumeris. Gejala yang terlihat adalah dengan adanya bercak kecil berwarna coklat pada buah tomat, lalu lama kelamaan membesar dan cekung, kemudian buah menjadi busuk lalu rontok.

Yang kedua adalah disebabkan oleh jmaur jenis Colletotrichum coccodes. Gejalanya adalah terdapat bercak kecil bulat dan berair, yang lama-lama menjadi cekung. Adanya bercak ungu pada pangkal buah dekat tangkai buah.

Sekian dan terimakasih atas kunjunganya tentang artikel kali ini.