cara menyemai bibit sawi hidroponik

Cara Menyemai Bibit Sawi Hidroponik Yang Benar

Cara Menyemai Bibit Sawi Hidroponik –  penanaman sayuran sawi kini dapat dilakukan tanpa menggunakan media tanah karena penemuan metode tanam yang dikenal dengan Hidroponik. Teknik penanamannya sama dengan cara menanam sayuran hidroponik lainnya.

Cara menanam sawi hidroponik adalah kegiatan bercocok tanam yang dilakukan tanpa tanah melainkan air yang mengandung nutrisi-nutrisi yang baik untuk pertumbuhan tanaman. Kalian bisa menggunakan  porus seperti sterofoam, pasir.

Kegiatan budidaya sawi dengan cara menyemai bibit sawi hidroponik harus lakukan dengan perhitungan yang tepat.

Pasalnya kalian harus memperhitungkan seberapa banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh tanam. Jika tanaman mengalami kekurangan nutrisi dapat berakibat kegagalan panen.

Selain itu terdapat beberapa hal perlu kalian perhatikan adalah jumlah tanaman yang akan ditanam, karena sudah jelas penanaman dalam jumlah besar akan berbeda dengan penanaman jumlah kecil.

Jika penanaman jumlah kecil bisa menggunakan bahan-bahan sisa disekitar rumah beda dengan penanaman jumlah besar kalian harus membeli semua bahan – bahan kalau tidak ingin terjadi gagal panen.

Baiklah untuk lebih lanjut mengenai cara menyemai bibit sawi hidroponik, cobalah lihat tips cara menyemai bibit sayuran hidroponik dibawah ini.

Cara Menyemai Bibit Sawi Hidroponik

  1. Potong rockwool dengan ukuran 2,5 x 2,5 x 2,5 cm.
  2. Celupkan rockwool dalam air, kemudian susun dalam nampan serta beri lubang.
  3. Masukkan satu benih ke dalam satu lubang (kangkung = 1 rockwool, 9 benih, 9 lubang).
  4. Sirami air setiap pagi, taruh ditempat yang terkena sinar matahari langsung.
  5. Berikan nutrisi setelah daun tumbuh, biasanya umur 3/5 hari.
  6. Bibit siap dipindah ketika daun sudah 4 dan akar muncul, biasanya umur 7-14 hari

Panduan Memotong Rockwool Untuk Menyemai

  1. Pertama, ambil rockwool berukuran 15(p)x12,5(l)x7,5(t) cm.
  2. Potong sisi 7,5 cm (t) menjadi 3 bagian.
  3. Potong sisi 12,5 cm (l) menjadi 4 bagian.
  4. Terakhir, potong sisi 15 cm (p) menjadi 5 bagian.
  5. Rockwool siap digunakan untuk semaian

Keunggulan dan Kelemahan Tanaman Hidroponik

Keunggulan Hidroponik

Kira-kira apa saja keunggulan menanam dengan menggunakan teknik hidroponik? Berikut ini beberapa kelebihan penanaman menggunakan sistem hidroponik.

  1. Kelebihan bertanam menggunakan teknik hidroponik yaitu penghemat biaya, karena kalian tidak harus melakukan penyiraman air kalian hanya perlu melakukan kontrol.
  2. Setelah itu kalian tidak perlu lahan yang luas sebab penggunaan hidroponik hanya menggunakan lahan kecil meskipun jumlah tanaman berjumlah banyak.
  3. Dalam proses perawatan lebih ramah lingkungan karena tidak perlu menggunakan obat hama atau pestisida.
  4. Kelebihan selanjutnya dari hidroponik tidak merusak tanah sebab media penanam sama sekali tidak menggunakan tanah.
  5. Hasil panen tanaman terjamin kesehatannya.
  6. Bisa memeriksa tanaman dalam keadaan sehat atau tidak dengan melihat akarnya.

Kelemahan Hidroponik

Beberapa kelemahan metode tanam hidroponik, diantaranya

  1. Memerlukan biaya lebih di bagian awal, terutama jika berencana untuk menanam tanaman secara hidroponik dalam sekala besar.
  2. Membutuhkan alat-alat khusus. Alat-alat untuk teknik tanam hidroponik masih jarang di temukan di sekitar kita.
  3. Memerlukan pengetahuan dan keterampilan khusus sebab metode tanamnya tidak pada lahan tanah.
  4. Membutuhkan ketelitian yang lebih, karena nutrisi untuk tanaman hidroponik harus benar-benar di awasi secara cermat.

Jenis – Jenis Sawi

Sawi adalah sayuran yang cukup dikenal di konsumen di Indonesia. Pembudidayaannya yang relatif mudah dan rasanya yang cocok dengan lidah orang dari berbagai bangsa membuat sawi memiliki peluang besar. Selain itu, sawi juga memiliki khasiat dalam bidang kesehatan.

Pada dasarnya sawi mempunyai daun yang lonjong, halus, tidak berkrop, dan tidak berbulu. Di Indonesia, petani di masa lalu hanya mengenal dan biasa menanam 5 jenis sawi, yaitu sawi putih, sawi hijau, dan sawi huma, sawi bakso, dan sawi keriting. Berikut penjelasan setiap jenis sawi tersebut.

1. Sawi Putih

Sawi putih merupakan tanaman yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat karena memiliki rasanya yang enak. Tanaman ini bagus untuk dibudidayakan di daerah yang kering.

Jenis sawi ini memiliki daun yang lebar dan berwarna hijau tua, tangkainya panjang dan halus, serta batangnya pendek dan bersayap.

2. Sawi Huma

Disebut sawi huma karena tanaman ini dapat tumbuh baik jika ditanam ditempat-tempat yang kering seperti tegalan dan huma. Sawi jenis ini mempunyai daun sempit, panjang dan berwarna hijau keputihan, memiliki batang kecil namun panjang dan tangkainya berukuran sedang dan bersayap.

Tanaman ini sebaiknya ditanam setelah musim penghujan, pasalnya sifatnya yang tidak tahan terhadap genangan air.

3. Sawi Keriting

Sesuai dengan namaya sawi jenis ini memiliki daun yang keriting dan berwarna hijau,dan tangkainya berwarna putih.

Sebagai tambahan, pastinya memiliki ac yang rusak sangat tidak nyaman dan membuat kita kesal bukan ?. Maka dari itu, anda bisa mengunjungi sejasajogja.com, sebagai salah satu solusinya.

Sekian artikel tentang cara menyemai bibit sawi hidroponik dengan jenis – jenis sawi. Semoga bermanfaat untuk anda sekalian, sekian dan terimakasih