Assalamualikum. wr. wb. Di artikel kali ini saya akan membahas tentang seputar contoh pakan ternak alami. Mungkin dari sebagian kalian sudah mengetahuinya tentang apa saja contoh pakan ternak alami. Anda juga dapat mempelajari tentang Jajanan Populer Untuk Usaha Rumahan

Bahan Yang Dijadikan Contoh Pakan Ternak Alami

Jerami

 Jenis Pakan ini dihasilkan dari limbah pertanian yang berasal dari tanaman padi yang sudah tidak dapat digunakan untuk pakan peliharaan. Kelemahan dari jerami padi ini antara lain: kandungan serat kasar yang tinggi, kurang palatabel, dan sifat amba yang tinggi 

Jerami padi mengandung 84,23% bahan kering (BK), 4,500% protein kasar (PK). 28,80% serat kasar (SK), 1,55% lemak kasar (LK), 50,60% bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN).

Tingginya kandungan lignin dan silika pada jerami padi dapat menyebabkan daya cernanya menjadi rendah. Kandungan lignin dan silika pada jerami padi cukup tinggi yaitu mencapai sekitar 7,46% dan 11,45%.

Kandungan nutrisi jerami padi dapat berbeda – beda, hal ini disebabkan oleh umur panen, jenis padi serta lokasi. Jerami mengandung nutrisi relatif rendah.

Maka dari itu sebelum jerami padi diberikan kepada ternak sebaiknya lakukanlah proses fermentasi terlebih dahulu. Proses fermentasi jerami padi menggunakan 2,5 kg probion dan 2,5 kg urea dengan 1000 kg dan diperam.

Selama 21 hari meningkatkan kandungan protein kasar dari 3% meningkat menjadi 7% dan meningkatkan daya cerna 28-30% menjadi 50-55%. Jerami padi hasil fermentasi mengandung PK sebesar 7,16% lebih tinggi dari pada PK jerami padi yang tidak melalui proses fermentasi yakni 5,72%.

– Rumput Liar

Merupakan salah satu contoh pakan ternak alami yang paling banyak dimanfaatkan peternak selama ini secara konfensional. Rumput ini paling murah dan mudah didapatkan akan tetapi pada musim – musim tertentu akan menjadi sulit.

Sehingga menjadi faktor penghambat siklus budidaya bagi peternak dan tidak semua jenis rumput dapat dimanfaatkan. Akan tetapi dengan diolah menggunakan metode ini semua jenis rumput dapat digunakan lagi.

Kelebihan populasi pada musim penghujan ini dapat dimanfaatkan untuk pakan pada masa – masa sulit pakat. Sehingga siklus budidaya tidak akan terhambat. Selain rumput liar juga dapat mempergunakan rumput Gajah, rumput Setaria dsb untuk menggantikannya.

– Bekatul

Bekatul adalah limbah dari penggilingan gabah menjadi beras yang kemudian menghasilkan bekatul dengan berbagai kualitas. Dari berbagai kualitas tersebut dapat digunakan dalam pembuatan pakan ini.

Fungsi dari bekatul ini yaitu untuk membantu menambah nutrisi, memberikan stater untuk pertumbuhan bakteri dan sebagai bahan pengisi.

Bekatul Padi ini biasanya digunakan sebagai bahan pakan ternak yang telah digunakan secara luas oleh sebagian peternak di Indonesia.

Bekatul Padi mempunyai potensi yang besar sebagai bahan pakan sumber energi untuk hewan ternak. Di dalam bekatul Padi juga mengandung energi termetabolis berkisar antara 1640 – 1890 kkal/kg.

– Dedak Jagung

Dedak jagung merupakan hasil sisa ikutan dari penggilingan jagung yang banyak terdapat di daerah – daerah yang makanan pokoknya adalah jagung. Seperti di daerah Madura dan daerah industri dan pertanian Jagung lainnya.

Dedak jagung sangat baik diberikan pada hewan ternak. Hanya saja membutuhkan cara penyimpanannya yang agak sukar. Karena bersifat higroskopis sehingga mudah menjadi lembab sehingga cepat rusak.

Nutrisi yang terkandung: 9.9% air, 9.8% protein, 61.8% bahan ekstrak tanpa N, 9.8 serat kasar, 6.4% lemak dan 2.3% abu serta nilai Martabat Pati (MP) adalah 68.

Pada daerah tertentu menggunakan jagung sebagai makanan pokok sehingga menghasilkan dedak yang dapat dimanfaatkan untuk bahan campuran pakan yang baik.

– Ketela Pohon/Ubi Kayu

Merupakan salah satu tanaman pertanian yang paling penting didaerah tropis. Indonesia, Nigeria, Zaire, Thailand dan India adalah negara – negara yang menghasilkan ubi kayu yang penting.

Di Indonesia ubi kayu menjadi makanan pokok dalam urutan ketiga setelah nasi dan jagung. Kandungan protein di dalam ubi kayu sangat rendah dibandingkan dengan jagung.

Apabila ubi kayu digunakan untuk sumber energi dalam ransum, maka harus diimbangi dengan sumber protein yang lebih tinggi.

Kadar kalsium dan phosfor cukup, akan tetapi karena kandungan asam oksalat yang tinggi (0.1-0.31%). Sehingga akan mempengaruhi penyerapan Ca dan Zn.

Di dalam bahan ini mengandung karbohidrat yang cukup tinggi. Sehingga akan menjadi bahan penguat dalam proses fermentasi. Akan tetapi ketela pohon ini mengandung racun asam sianida (H Cn) yang juga bersifat disnutrien.

Sehingga racun ini lebih baik dibebaskan terlebih dahulu sebelum digunakan. Selain itu kita juga sangat perlu mengawetkan ketela pohon tersebut agar berbentuk pasta.

Karena ketela pohon tidak akan tahan pada waktu yang lama dalam penyimpanan tanpa perlakuan pendahuluan.

– Mineral

Merupakan suplemen tambahan yang berfungsi untuk penyempurnaan proses metabolisme zat pakan secara keseluruhan didalam tubuh ternak. Dapat pula di tambahkan garam dapur akan tetapi dalam jumlah kecil karena Na Cl dapat bersifat disinfektan bagi bakteri.

– Ampas Tahu

Merupakan limbah dari pabrik tahu yang masih cukup banyak mengandung gizi dan akan ditingkatkan nilainya dengan proses fermentasi.

Jika kita mengkaji lebih lanjut lagi dalam ampas sisa tahu masih bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Karena nilai kandungan protein yang tinggi.

Saat ini belum banyak peternak yang memanfaatkan ampas tahu sebagai pakan tambahan bagi ternaknya selain konsentrat. Pertumbuhan ternak yang di beri pakan ampas tahu akan lebih cepat dari pada yang tidak diberi.

Ampas tahu adalah salah satu bahan yang dapat dipakai untuk bahan penyusun ransum. Sampai saat ini ampas tahu cukup mudah didapat dengan harga murah. Bahkan bisa didapat dengan cara cuma – cuma.

Jika ditinjau  dari  komposisi  kimianya  ampas  tahu  dapat digunakan sebagai sumber protein. Mengingat kandungan protein dan lemak pada ampas tahu yang lumayan tinggi. Namun kandungan tersebut berbeda tergantung tiap tempat dan cara pemprosesannya.

Ampas tahu di dalamnya mengandung kandungan gizi yang baik. Kandungannya yaitu protein 8,66%; lemak 3,79%; air 51,63% dan abu 1,21%. Maka sangat memungkinkan ampas tahu dapat diolah untuk menjadi bahan makanan ternak

– Ampas Sagu Aren

Contoh pakan ternak alami yang satu ini adalah merupakan limbah dari pabrik pengolahan sagu aren atau inoue. Ampas yang diambil adalah ampas yang halus.

– Janggel/Tongkol Jagung

Merupakan limbah sertaan yang dihasilkan dari jagung setelah dipipil. Janggel ini harus dihancurkan terlebih dahulu sebelum diberikan untuk pakan ternak.

 – Gergajian Kayu

Merupakan sisa dari penggergajian kayu. Yang perlu diingat bahwa gergajian tersebut jangan sisa peggergajian glugu atau pohon kelapa. Karena akan berbahaya.

– Tepung Jagung/Jagung Giling

Salah satu contoh pakan ternak alami dari bahan ini mengandung protein yang tinggi untuk ditambahkan.

– Tepung ikan

Bahan tambahan yang berfungsi untuk dapat meningkatkan daya rangsang dalam nafsu makan ternak dan meningkatkan nutrisi.

Masih banyak lagi bahan – bahan lain yang dapat dipergunakan seperti daun mahoni, daun rambutan, daun lamtoro, daun sengon, daun kaliandra, dll. Biji kapas dan limbah – limbah pertanian lainnya atau bahan limbah pengolahan hasil pertanian yang tanpa bahan kimia.

– Tetes Tebu

Merupakan limbah yang dihasilkan dari pabrik gula yang mempunyai rasa dan aroma khas. Tetes tebu ini merupakan gula invers dengan mempunyai kandungan yang hampir mirip dengan gula pasir.

Manyon adalah merupakan limbah pabrik tahu yang berupa cairan

– Air 

Air yang dipergunakan hendaknya jangan air leding maupun air hujan, gunakan air dari sumber, sumur atau air sungai. Karena jika yang digunakan air dari air hujan maka akan mudah terserang penyakit.