Pada artikel saya yang kali ini akan membahas tentang jenis kambing jawa super yang banyak ditemukan di Indoneisa.
Para peternak pastinya menginginkan ternak peliharaannya berbobot tinggi. Sebelum menjalankan usaha ternak pun peternak harus menentukan terlebih dahulu jenis kambing apa yang akan di ternaknya. Mari simak di bawah ini.
Kambing Jawa Super
Jenis kambing Jawa adalah kambing asli dari Indonesia yang sudah lama dibudidayakan di Indonesia. Kambing Jawa merupakan salah salah satu kambing yang sangat adaptif terhadap cuaca dan kondisi pakan di daerah Indonesia.
Istilah Kambing Jawa Super mulai muncul pada tahun 2015. Kambing jawa super sebenarnya bukanlah kambing jawa murni yang memiliki ukuran jumbo jika dibandingkan kambing lainnya.
Kenyataannya kambing Jawa Super adalah kambing jawa yang dihasilkan dari persilangan dengan ras atau jenis kambing yang lain.
Jenis kambing unggul lain yang ada di Indonesia adalah jenis kambing pedaging yaitu Kambing Boer dan jenis kambing perah yaitu Kambing Etawa.
Hasil perkawinan silang dari kambing jawa dengan kambing Etawa atau kambing Boer menghasilkan jenis kambing jawa unggulan sehingga orang – orang sering menyebutnya Kambing jawa super.
Tujuan Adanya Kambing Jawa Super
Jenis Kambing Jawa Super Yang Ada Di Indonesia
1 .Kambing Boer

Karakteristik Kambing Boer Jantan
Kambing boer jantan memiliki tubuh yang kokoh dan sangat kuat. Memiliki pundakn yang cukup luas dan ke belakang dipenuhi dengan pantat yang berotot.
Kambing Boer dapat hidup di lingkungan yang bersuhu ekstrim, mulai dari suhu sangat dingin (-25oC) hingga sangat panas (43oC) dan mudah beradaptasi terhadap perubahan suhu lingkungan.
Tahan juga terhadap penyakit. Mereka dapat hidup di daeraah semak belukar, lereng gunung yang berbatu atau di padang rumput. Secara alamiah mereka adalah hewan yang suka meramban sehingga lebih menyukai daun – daunan.
Kambing Boer jantan bisa menjadi hewan yang jinak. Terutama jika terus berada di lingkungan sekitar manusia sejak lahir. Meskipun ia akan tumbuh dengan berat badan sekkitar 120 – 150 kg pada saat dewasa (umur 2-3 tahun).
Mereka suka digaruk dan digosok di bagian belakang telinganya, hingga punggung dan juga sisi perutnya. Kambing ini dapat mudah dikendalikan dengan cara memegang tanduknya. Untuk melatihnya dengan cara dituntun menggunakan tali.
Boer jantan dapat kawin saat bulan apa saja sepanjang tahun. Mereka berbau sangat tajam karena hal ini untuk memikat betina. Seekor pejantan dapat aktif untuk dikawinkan pada umur 7-8 bulan. Tetapi sebaiknya satu pejantan tidak melayani lebih dari 8 – 10 betina hingga pejantan itu berumur sekitar satu tahun.
Boer jantan dewasa (2 – 3 tahun) dapat melayani 30 – 40 betina. Disarankan agar semua pejantan dipisahkan dari betina pada umur 3 bulan agar tidak terjadi perkawinan yang tidak direncanakan. Seekor pejantan dapat kawin selama sekitar 7 – 8 tahun.
Karakteristik Kambing Boer Betina
Kambing Boer Betina juga tumbuh seperti jantan, tetapi terlihat sangat feminin dengan kepala dan leher ramping. Ia sangat jinak dan pada dasarnya tidak terlalu banyak berulah.
Ia dapat dikawinkan pada umur 10 – 12 bulan, tergantung pada besar tubuhnya. Kebuntingan untuk kambing ini adalah sekitar 5 bulan. Ia mampu melahirkan anak – anaknya tiga kali dalam jangka dua tahun.
Betina umur satu tahunan dapat menghasilkan sekitar 1 – 2 anak. Setelah beranak pertama, ia biasanya akan beranak kembar dua, tiga, bahkan empat. Boer induk dapat menghasilkan susu dengan kandungan lemak sangat tinggi yang cukup untuk disusu anak-anaknya.
Ketika anaknya sudah berumur 2½ – 3½ bulan induk akan mulai kering. Boer betina mempunyai dua hingga empat puting, tetapi kadangkala tidak semuanya dapat menghasilkan susu.
Sebagai ternak yang kawinnya tidak musiman, ia dapat dikawinkan lagi hingga tiga bulan setelah melahirkan. Cara untuk mendeteksi birahinya bisa dilihat dari ekor yang bergerak – gerak cepat.
Boer betina mampu menjadi induk selama sekitar 5 – 8 tahun. Betina dewasa (umur 2-3 tahun) akan mempunyai berat sekitar 80 – 90 kg. Boer betina maupun jantan keduanya memiliki tanduk.
2 .Kambing Peranakan Etawa (PE)

- Ukuran tubuh lebih tinggi dan lebih panjang dari kambing jawa biasa
- Bulunya lebat di bagian paha dan dada
- Bentuk mukanya cembung seperti kambing Jamnapari
- Mampu memproduksi susu dalam jumlah cukup banyak per harinya
- Lebih adaptif terhadap kondisi pakan dan cuaca di Indonesia dibanding dengan kambing Jamnapari
- Memiliki pertumbuhan yang lebih cepat daripada kambing jawa biasa
3 .Kambing Rambon
- Ukuran tubuhnya tinggi dan panjang tetapi tidak setinggi dan sepanjang kambing PE
- Badannya lebih lebar dari kambing PE
- Memiliki produksi susu yang lebih rendah dari kambing PE
- Tahanan terhadap penyakit yang lebih tinggi dari kambing PE
- Lebih konsumtif pada pakan dibanding kambing PE
- Memiliki bentuk muka yang agak cembung
Sekian artikel yang dapat saya tulis tentang jenis kambing jawa super di Indonesia. Mungkin anda juga ingin mempelajari tentang Resep Gulai Kambing Jawa Gurih dan Enak, Bikin Keluarga Ketagihan.
Saya adalah seorang penulis yang aktif di nyaribisnis.com, dengan peran yang selalu memperhatikan perkembangan teknologi, khususnya di bidang teknologi informasi. Saya adalah seorang individu yang selalu haus akan pengetahuan dan dengan penuh semangat berbagi wawasan seputar bisnis serta tips terkini dengan pembaca, membantu mereka dalam menjalani kehidupan yang lebih terinformasi dan produktif.

