meningkatkan hasil panen padi

Meningkatkan Hasil Panen Padi Agar Hasilnya Meningkat

Kali ini saya membahas tentang Meningkatkan Hasil Panen Padi Agar Hasilnya Meningkat, jadi simak sampai habis agar kalian dapat memahami apa yang saya tuliskan

Selain membuat tentang cara membuat kopi jahe, kali ini saya membuat tentang cara meningkatkan hasil panen padi

Meningkatkan Hasil Panen Padi Agar Hasilnya Meningkat

meningkatkan hasil panen padi

Rahasia Padi Bernas

Setiap petani pasti ingin hasil panen yang melimpah, begitu pula dengan petani padi yang pastinya juga menginginkan juka padinya dapat menghasilkan bulir yang banyak dan juga berbobot.

Para petani seringkali mencari varietas tanaman padi yang bisa menghasilkan bulir yang menghasilkan banyak, harapanya adalah agar bisa melipatgandakan produksinya.

Padi-padi konvensional seperti IR 64, ciherang, situbagendit, logawa, mekongga dan lain lain biasanya berbulir antara 130 sampai 200 bulir per malai.

Jika petani menanam padi dengan bulir 420 per malai seharusnya petani bisa menghasilkan gabah dua kali lipat dari kebiasaan panen petani pada umumnya, atau paling tidak petani bisa panen satu setengah kalinya.

Namun, kenyataan di lapangan terkadang tidaklah sesuai dengan ekspektasi, petani menanam padi bermalai panjang alih-alih mendapatkan hasil berlipat tetapi justru penurunan produksi yang didapatnya.

Sehingga, varietas padi bukanlah faktor satu-satunya yang dapat meningkatkan hasil produksi. Lantas, hal apa saja yang perlu diperhatikan agar bulir padi menjadi berbobot serta pengisiannya maksimal (bernas)?

Rahasia Meningkatkan Hasil Panen Padi Agar Hasilnya Meningkat

Rahasia untuk mendapatkan gabah bernas hingga pangkal intinya adalah tanaman harus tumbuh subur dan juga tanaman harus sehat.

Untuk mendapatkan dua hal tersebut maka diperlukan pemupukan dan pengendalian OPT padi secara tepat. Pemupukan difokuskan untuk meningkatkan hasil, sementara pengendalian dilakukan untuk mengurangi perkembangan dan serangan OPT yang secara tidak langsung akan mempengaruhi peningkatan hasil.

Selama masa pertumbuhannya, padi membutuhkan setidaknya kurang lebih 13 unsur hara esensial. Selain unsur hara makro primer berupa N, P, dan juga K, masih ada hara makro sekunder berupa Ca, Mg, dan juga S, serta hara makro berupa Fe, Mn, Mo, B, Cu, Zn, serta Cl. Kebutuhan NPK untuk padi yaitu sebesar 135 kg pupuk Nitrogen, 36 kg P2O5 dan juga 30 Kg K2O yang harus dipenuhi

Selain itu, pupuk juga harus diberikan secara tepat waktu karena jika salah dalam waktu pemberiannya maka pupuk tidak akan ada gunanya. Nah, saat yang tepat untuk pemupukan adalah waktu PI (panicle initiation) atau sebelum tanaman bunting, biasanya pada umur 42-43 hari setelah tanam (HST).

Pada masi PI ini unsur yang paling berperan adalah kalium dan kalsium, dimana pupuk yang mengandung kedua unsur ini adalah pupuk KCl.

Kalium berfungsi untuk meningkatkan ketahanan dan kekuatan tanaman, merangsang pertumbuhan akar dan memperbaiki kualitas bulir padi.

Sedangkan kalsium berfungsi untuk mempertebal dinding sel sehingga tanaman tidak mudah rebah dan meningkatkan daya simpan. Kebutuhan kalsium dan juga kalium inilah yang harus dipenuhi saat tanaman memasuki masa masa generatif.

Sebagai tambahan, untuk cara pemberian atau waktu aplikasi pupuk pada tanaman padi silakan baca artikel yang terdahulu tentang Pemupukan Tepat pada Tanaman Padi. Tetapi pada intinya karena pupuk memiliki sifat slow release maka pemupukan sebaiknya dapat diberikan 3 sampai 4 kali.

Nutrisi

Tidak hanya nutrisi, berbagai serangan OPT juga mempengaruhi pengisian pada bulir. Pada masa generatif beberapa OPT seperti tikus, penggerek batang, hama putih palsu, wereng cokelat, kresek, hingga neck blast atau juga patah leher dapat menjadi hama dan juga penyakit penting yang mempengaruhi pengisian bulir padi.

Penggerek sering menyerang saat padi berusia 45-55 hari setelah panen, sedangkan wereng menyerang saat pengisian bulir hingga menjelang panen.

Yang paling mengkhawatirkan ialah serangan patah leher karena tanaman ini terlihat sehat saat keluar malai akan tetapi pengisian bulir tidak sempurna bahkan dapat mengakibatkan gabug atau padi hampa.

Bagi kalian yang kesusahan dalam memanen hasil padi kalian , kalian bisa menggunakan mesin perontok padi padi untuk mempermudah panen padi anda