cara membuat keripik pepaya secara tradisional anti gagal

Cara membuat keripik pepaya secara tradisional – Buah pepaya adalah buah yang identik digunakan untuk melancarkan pencernaan. Buah ini berasal dari Meksiko kemudian disebar luaskan ke daerah tropis. Salah satunya tersebar di Indonesia.

Buah ini dapat dikonsumsi secara langsung jika matang. Namun karena di Indonesia kreatifitas kulinernya tinggi buah ini dapat dimakan dengan berbagai cara. Contohnya buah pepaya setengah matang dapat digunakan sebagai bahan rujak.

Ada juga yang membuat buah pepaya untuk bahan yang diolah menjadi sayur untuk menemani lauk dan nasi. Buah pepaya muda juga dapat diolah menjadi keripik buah. Pernah coba? Sepertinya masih jarang orang yang tau cara membuat keripik pepaya secara tradisional ini.

Jarang terpikir bahwa buah segar pepaya akan berubah tampilannya menjadi makanan ringan keripik pepaya.

memang tekstur buah pepaya lebih banyak mengandung air sehingga lebih lezat dan segar apabila dipadukan dengan minuman segar seperti olahan es campur, es buah, salad buah, manisan atau yang lainnya.

Pengolahan buah pepaya menjadi bentuk makanan kuliner mungkin hanya sebatas menjadi campuran rujak buah.

Cara membuat keripik pepaya secara tradisional

Keripik adalah irisan buah atau umbi yang sudah dikering dan digoreng sampai garing. Keripik mempunyai kadar air rendah sehingga dapat tahan lama.

Meskipun cara pembuatannya sederhana dan cukup mudah, namaun keripik pepaya belum dikenal oleh masyarakat luas dan tidak tersedia di pasaran .

BAHAN

Bahan utama untuk cara membuat keripik pepaya secara tradisional adalah Buah pepaya itu. Buah pepaya yang digunakan adalah yang telah matang petik, masih keras, sudah terasa manis, dan bila digores tidak banyak mengeluarkan getah. Jumlah 10 kg.

PERALATAN

  • Pisau dan talenan. Alat ini digunakan untuk mengiris dan mengupas buah pepaya. Disarankan menggunakan dua pisau yang berbeda. Untuk pengupasan digunakan pisau yang biasa digunakan di rumah tangga. Sedangkan untuk mengiris digunakan pisau besar yang biasa digunakan untuk pemotongan dan pencincangan daging.
  • Kompor bersumbu digunakan untuk menggoreng keripik pepaya dalam jumlah kecil. Kompor bertekanan udara digunakan untuk menggoreng keripik pepaya dalam jumlah besar.
  • Penggoreng vakum. Penggoreng vakum merupakan alternatif pengganti kompor. Alat ini menghasilkan panas, sekaligus menurunkan tekanan udara pada saat penggorengan. Dengan alat ini, suhu penggorengan lebih rendah dan stabil serta waktu penggorengan yang lebih singkat. Saya sarankan anda bila inggin membuat keripik dari buah dan sayuran saya sarankan menggunakan mesin Penggoreng vakum.
  • Wajan digunakan untuk menggoreng keripik pepaya. Wajan yang terbuat dari besi tebal yang berat lebih baik digunakan karena panas lebih merata dan bahan yang digoreng tidak mudah gosong.
  • Kemasan adalah wadah untuk mengemas keripik pepaya. Pada proses pengemasan saya sarankan anda menggunakan mesin pengemasa agar cepat dan makana bisa tahan lama.

    Berbagai kemasan dapat digunakan, yaitu:

  • Kantong plastik polietilen
  • Kantong aluminium foil berlapis plastik
  • Kotak plastik semi kaku
  • Kotak kaleng

 

Pengemasan dengan kantong plastik dan aluminium foil kurang melindungi bahan dari kerusakan mekanis (retak dan pecah). Untuk mengurangi kerusakan tersebut, juga untuk menambah daya simpan, ke dalam kantong biasanya ditambahkan gas karbondioksida (CO2) atau nitrogen (N2).

Dengan adanya gas tersebut kantong akan menggelembung sehingga keripik tidak akan tergencet bila kantong ditumpuk, atau tertindih. Gas tersebut juga tidak bereaksi dengan bahan sehingga meniadakan terjadinya oksidasi terhadap minyak yang terkandung pada bahan.

Produk yang dikemas dengan kantong plastik atau kaleng, perlu dikemas terlebih dahulu dengan kantong plastik yang tipis, kemudian baru dimasukkan ke dalam kotak tersebut.

Sealer. Alat ini digunakan untuk menutup kantong plastik dengan menggunakan panas. Bila kedua sisi bagian dalam mulut kantong ditekan dengan elemen pemanas, maka kedua sisi tersebut akan melunak, saling menempel, dan tidak dapat tepisah setelah dingin.

Alat pengering. Alat ini digunakan untuk mengeringkan irisan pepaya sampai kadar air di bawah 9%.
Baskom. Baskom digunakan untuk wadah irisan pepaya basah dan kering, serta keripik pepaya.

Rak peniris digunakan untuk meniriskan keripik yang baru selesai digoreng. Rak ini terdiri dari penyangga berlobang-lobang yang terbuat dari kawat tahan karat (aluminium atau stainless steel).

Sangat mudah bukan untuk cara membuat keripik pepaya secara tradisional ini? Anda dapat mencoba resep dengan menambahkan sedikit perasa manis atau gurih di dalam pembuatannya.

Oke demikian info singkat tentang cara membuat keripik pepaya secara tradisional, semoga bermanfaat, selamat mencoba.