Pada artikel saya kali ini akan membahas tentang penyakit yang menyerang tumbuhan. Untuk sebagian besar para petani mungkin sudah tau mengenai macam – macam penyakit yang menyerang tumbuhan.

Untuk kalian yang belum mengetahuinya mari simak di bawah ini agar kalian tahu.

Penyakit Pada Tumbuhan

Tumbuhan adalah salah satu jenis makhluk hidup. Bagi manusia  maupun hewan tumbuhan sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tumbuhan sama seperti manusia dan hewan yaitu dapat terserang penyakit.

Penyakit yang menyerang tumbuhan biasanya disebabkan karena adanya mikroorganisme yang meliputi bakteri, virus, jamur, protozoa, cacing dan tikus. Tumbuhan yang sudah terserang penyakit dapat merugikan para petani.

Sehingga para petani akan mengantisipasinya dengan cara memberikan berbagai macam pupuk serta jenis obat – obatan yang lainnya. Karena kita tidak pernah tahu kapan datangnya penyakit sehingga pemberian pupuk dan jenis obat – obatan lainnya juga sangat diperlukan.

Tidak semua tumbuhan dapat sembuh dengan diberikannya pupuk dan obat – obatan lainnya. Terkadang ada beberapa penyakit yang sulit untuk dihilangkan sehingga dapat menyebabkan tumbuhan tersebut mati.

Tumbuhan yang terserang mikroorganisme dapat mengakibatkan tumbuhan tidak dapat berkembang dengan baik dan juga tidak dapat berbuah.

Tumbuhan akan terlihat lebih tidak sehat seperti pada umumnya. Banyak sekali jenis penyakit yang dapat menyerang tumbuhan yang mengakibatkan banyak petani mengalami kerugian karena gagal panen. Penyakit pada tumbuhan tersebut antara lain :

1. Penyakit Rebah Kecambah

Bagi para petani yang membudidayakan tanaman menggunakan benih, pasti pernah mengalami gangguan penyakit rabah kecambah. Beberapa orang telah menganggap bahwa rebah kecambah hanya dipengaruhi oleh faktor benih. Karena ciri utamanya adalah kecambah terlihat layu, kemudian mati.

Padahal, penyakit rebah kecambah ini juga bisa disebabkan juga oleh patogen. Patogen yang umum menyerang kecambah diantara adalah Phytophthora spp, Rhizoctonia solani Kuhn, Phytium sp, Fusarium sp.

Gejala yang timbuk dari serangan penyakit rebah kecambah tergantung dari jenis benih, umur dan stadia perkembangan semainya. Namun, yang dapat dipastikan dari serangan penyakit ini adalah menurunnya kualitas pada biji dan daya kecambah.

Gejala Penyakit Rebah Kecambah

  • Terjadinya pembusukan pada pangkal batang yang disebabkan oleh Phytophthora. Pembusukan ini terjadi pada perkembangan semai biji terutama pada bagian yang dekat dengan tanah.
  • Pembusukan semai yang dekat dengan permukaan tanah, bagian busuk tersebut akan berwarna coklat. Gejala ini biasanya disebabkan oleh Rhizoctonia solani.
  • Serangan Pythium biasanya tampak dimulai dari ujung akar.  Mula – mula, serangan dimulai dari bagian tanaman di dalam tanah. Kemudian, serangan Pythium sp ini akan menyebabkan tanaman menjadi layu, kulit akar busuk basah, diikuti dengan daun atau tunas-tunas yang kemudian terjangkit gejala busuk coklat.

Pengendalian Penyakit Rebah Kecambah

  • Gunakan GDM Black BOS pada saat olah tanah dan saat mulai keluar bunga. Ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penularan penyakit melalui tanah.
  • Rendam benih dengan larutan pupuk organik cair GDM 10% pada air hangat 50˚C selama 30 menit. Ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penularan penyakit melalui biji (penyakit tular biji).
  • Aplikasikan POC GDM secara rutin agar daya tahan tanaman kebal terhadap serangan penyakit dapat meningkat.

2. Penyakit Mosaik

Mosaik biasanya disebabkan oleh virus TMV (Tobacco Mozaic Virus). Penyakit jenis ini dapat menyerang tanaman tembakau, kacang kedelai, tomat, kentang dan labu. Biasanya tanaman yang telah terserang akan memiliki bercak kuning pada daun.

Cara penularan virus TMV pada tanaman yaitu dengan cara mekanis atau dapat melalui benih. Virus jenis ini dapat bertahan lama hingga beberapa tahun dan bersifat infektif. Berikut gejala – gejala yang penyakit mosaik adalah :

  • Daun tanaman akan berubah warna menjadi belang dari hijau muda hingga hijau tua.
  • Ukuran daun akan relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan ukuran daun normal
  • Pertumbuhan tanaman dapat terhambat sehingga menyebabkan tanaman menjadi kerdil

3. Penyakit Citrus Vein Phloem Degeration (CVPD)

Penyebaran penyakit CVPD secara geografis dari satu daerah kedaerah lain. Masuknya penyakit kedalam kebun disebabkan oleh bahan tanaman yang tellah terinfeksi. Terutama berasal dari penggunaan tunas mata temple yang sudah terinfeksi.

Sedangkan penyebaran ketanaman lain dalam satu kebun biasanya dapat melalui vector diaphorina citri atau penggunaan tunas mata tempepl yang terinfeksi. Penularan melalui kuncup biasanya relative rendah (5-10%). Hal  ini terjadi karena bakteri penyebab penyakit tidak tersebar dalam jaringan tanaman.

Penularan CVPD selalu melalui (a) vector (b) mata tempel (c) bibit tanaman sakit. Ini juga dapat melalui alat yang biasa digunakan memotong dahan ranting tanaman jeruk yang sakit karena CVPD.

4. Penyakit Ustilago

Jenis penyakit ustilago ini merupakan sebuah penyakit yang biasanya disebabkan oleh adanya jamur. Jamur tersebut bisa disebut Ustilago Maydis.

Ada beberapa jenis jamur yang dapat menyerang tanaman. Pada tanaman jagung biasanya jamur yang menyerang adalah jenis jamur Mavdis. Sedangkan pada tanaman gandum biasanya disebabkan oleh jamur Ustilago Avenae dan tanaman tebu adalah jamur Ustilago Scitaminea.

5. Penyakit Lanas

Jenis penyakit ini biasanya disebabkan oleh adanya cendawan Phytophthora nicotianae var Breda de Haan. Penyakit lanas biasanya dapat menyerang tanaman tembakau.

Daun tanaman tembakau yang sudah diserang penyakit lanas yang semula hijau akan mendadak menjadi kuning dan terkulai layu sehingga lama kelamaan akan mati. Pada pangkal batang tembakau juga dapat membusuk dan berwarna coklat.

Apabila batangnya dibelah maka bentuknya akan bersekat – sekat. Cara penanganannya yaitu dengan melakukan penyemprotan fungisida pada pangkal batang.

6. Penyakit Antraknosa

Jenis penyakit ini dapat disebabkan oleh jamur C. capsici. Penyakit ini biasanya menyerang tanaman cabe. Pada batang tanaman terdapat bercak yang sedikit mengkilap serta sedikit terbenam dan berair sehingga lama kelamaan akan busuk kemudian melebar membentuk lingkaran konsentris.

Dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama buah tersebut akan berubah menjadi coklat kehitaman dan membusuk. Cara penanganannya antara lain:

  • Buang bagian tanaman yang telah terserang agar tidak menyebar
  • Melakukan pemilihan benih secara selektif
  • Tanam benih cabe yang memiliki ketahanan terhadap penyakit pathek
  • Melakukan cara kultur teknis yang baik

7. Penyakit Tungro

Jenis penyakit ini merupakan sebuah penyakit virus yang biasa terjadi pada tanaman padi. Biasanya penyakit ini terjadi pada masa pertumbuhan vegetatif. Virus tungro akan menyebabkan tanaman tumbuh kerdil dan jumlah anakan pun dapat berkurang.

Pada elepah dan helaian daun akan memendek. Warna daun akan berubah menjadi kuning hingga kuning oranye. Sedangkan jika daun masih muda akan berlurik atau terdapat strip yang berwarna hijau pucat hingga putih dengan panjang berbeda sejajar dengan tulang daun.

Umumnya virus tungro disebarkan oleh binatanng wereng hijau yaitu Nephotettix malayanus dan N.virescens.

Demikianlah artikel yang dapat saya tulis tentang penyakit yang menyerang tumbuhan. Semoga bermanfaat. Mungkin anda juga dapat mempelajari tentang Faktor Penghambat Pertumbuhan Tanaman dan Faktor Pemercepat.