cara penggemukan sapi

Rahasia Cara Penggemukan Sapi Yang Mudah Dilakukan

Untuk setiap peternak pasti menginginkan hewan yang diternaknya tumbuh dengan sehat dan berbobot. Terutama para peternak sapi tentunya kalian ingin tahu kan tentang rahasia cara penggemukan sapi?

Terdapat beberapa cara penggemukan sapi yang dapat dilakukan oleh semua peternak. Mulai dari peternak yang sudah profesional ataupun peternak yang masih pemula. Simak di bawah ini.

Rahasia Cara Penggemukan Sapi

1. Membeli Sapi Anda Yang Akan Dipelihara

Sebelum membeli untuk usaha peternakan yang akan anda jalankan anda harus memilih ternak terlebih dahulu. Tetapkan sebaik mungkin rencana bisnis yang akan Anda buat sebelum memulai operasi peternakan Anda.

Anda harus segera mengetahui bahwa beberapa rencana anda mungkin tidak berjalan sesuai denganyang anda harapkan. Maka anda harus segera mungkin melakukan kompromi.

2. Perawatan Harian

Berikut ini perawatan harian yang termasuk dalam rahasia cara penggemukan sapi.

Penyapihan

Penyapihan merupakan proses pemisahan antara pedet dan induk yang bertujuan untuk membatasi sampai menghentikan proses menysu. Waktu penyapihan sangan menentukan status reproduksi induk selanjutnya.

Kesiapan pedet untuk disapih merupakan factor paling penting yang juga harus diperhatikan. Ini akan berterkaitan dengan kemampuan pedet yang dapat hidup tanpa menyusu dan sudah dapat  mengkonsumsi pakan sumber serat.

Diperlukannya manajemen yang sangat optimal selama masa penyapihan. Diantaranya penyediaan pakan berkualitas baik dalam jumlah yang cukup sehingga akan berdampak positif terhadap pertumbuhan setelah di sapih.

Masa penyapihan merupakan masa peralihan bentuk pakan, yaitu dari bentuk halus (susu induk) menjadi bentuk kasar (hijauan, sumber serat). Pakan utama untuk pedet umur 2-4 minggu adalah susu segar.

Penyapihan pedet akan berhasil dengan baik apabila pedet tersebut telah mampu mengkonsumsi ransum pemula minimal 0,5-0,6 kg/ekor/hari.

Selama periode tersebut akan terjadi perubahan fungsi rumen. Dari kondisi pre-ruminant menjadi ruminansia sejati yang ditandai oleh meningkatnya volume dan pertumbuhan papilla rumen.

Manajemen penyapihan yang tidak tepat dapat menghambat pertumbuhan pedet. Ditandai dengan bulu kasar, kusam dan berperut buncit (pot belley), bahkan dapat berakibat pada kematian pedet.

Waktu Penyapihan Pedet

Waktu penyapihan pedet pada peternakan rakyat sangat beragam. Pada umumnya penyapihan pada pedet sapi potong dipeternakan rakyat dilakukan antara umur 3-6 bulan.

Penyapihan dini dapat dilakukan pada umur satu bulan namun resiko kematian pedet tinggi dan pertumbuhan pedet terhambat.

Pada kondisi peternak yang melakukan sapih dini, mereka jarang memperhatikan pertumbuhan pedet pasca sapih. Karena sebagian besar peternak akan segera menjual pedetnya setelah disapih.

Bila ditelusuri lebih lanjut, sebagian besar peternak pembeli pedet sapih dini ternyata belum mampu memelihara pedet tersebut dengan baik. Sehingga dampak negative sapih dini akan lebih dominan.

Susu induk merupakan pakan termurah dan terbaik untuk pedet sapi potong pra-sapih. Pada kondisi pakan yang cukup, induk sapi potong dapat beraktivitas reproduksi normal. Yaitu dapat beranak setiap tahun meskipun penyapihan pedet dilakukan pada umur 7 bulan.

Sapi induk masih dimungkinkan untuk menyusui anak hingga umur kebuntingan 7 bulan tanpa pengaruh negative terhadap kebuntingan berikutnya. Yang perlu dirubah adalah keyakinan peternak, bahwa sapi tetap dapat birahi meskipun dalam kondisi menyusui.

Pedet yang disapih pada umur 7 bulan (205 hari) diharapkan mampu mengkonsumsi dan memanfaatkan pakan kasar dengan baik.

Penyapihan pedet merupakan factor penting yang menentukan produktivitas ternak selanjutnya.

Penyapihan pedet dapat dilakukan pada usia dini jika kondisi pedet memungkinkan. Yaitu mampu mengkonsumsi pakan tambahan berkualitas baik dan peternak mampu membiayainya.

Penyapihan pedet sebaiknya dilakukan pada umur 7 bulan. Pertimbangannya efisiensi pakan pedet dan efisiensi reproduksi induk karena tidak menghambat induk untuk bunting kembali sehingga peternak tidak rugi.

Kriteria dan Pengelolaan Sapi Potong Atau Sapi Perah

Ternak Sapi potong

ternak sapi potong

Ciri – ciri: memiliki ukuran cukup besar, bentuk badannya simetris atau berbentuk balok/segi empat.

– Keunggulan sapi potong

  1. Sapi potong lebih dikenal daripada sapi perah dan sapi limousine.
  2. Sapi potong bisa dipelihara dari usaha dengan skala kecil maupun besar.
  3. Jenis sapi potong dapat mencerna semua jenis pakan seperti jerami, rumput gajah, kulit (kakao, nanas, kopi). Karena sapi mempunyai mikroba rumen dalam jumlah yang banyak di tubuhnya.
  4. Mempunyai kemampuan adaptasi yang sangat baik dengan lingkungan.
  5. Sapi potong mempunyai konsumen yang cukup banyak.

–   Kekurangan sapi potong

  1.  Jenis sapi potong biasanya di kembangbiakkan oleh petani peternak dengan cara tradisional. Ini membuat potensi yang ada pada sapi potong menyebabkan kurang optimal.
  2. Sapi potong membutuhkan modal yang relatif besar dan juga membutuhkan lahan yang cukup luas.
  3. Pakan pokok untuk sapi potong yang berupa pakan hijauan kadang sulit untuk ditemukan, karena jenis pakan tersebut biasanya hanya musiman.
  4. Pengadaan bibit dan bakalan sapi potong yang sangat terbatas.
Sapi perah

sapi perah

Memiliki ciri fisik yaitu kulit berwarna hitam dan putih yang coraknya tidak beraturan. Ukurannya juga relative besar, serta bagian belakang ukuranya lebih besar dan juga lebar.

–     Kelebihan sapi perah yaitu :

  1. Anda bisa mendapatkan susu dalam jumlah yang banyak dengan kualitas yang tinggi.
  2. Anda bisa mendapatkan keuntungan dari penjualan sapi perah dan juga dari anak sapi.
  3. Tidak hanya susu dari sapi perah, tetapi anda juga bisa menjual daging sapi perah yang tidak memproduksi susu.
  4. Induk sapi perah mampu menghasilkan anak sapi dalam jumlah yang cukup banyak dalam setiap tahunnya.

–     Kelemahan sapi perah

  1. Usaha ternak sapi perah ini membutuhkan modal yang cukup besar.
  2. Dibutuhkan juga lahan yang luas untuk budidaya sapi perah.
  3. Sapi perah membutuhkan lahan untuk tanam makanan hijau.

Pengelolaan Sapi Jantan

Pada pengelolaan dilakukan secara intensif yaitu system pemeliharaan yang sepanjang hari didalam kandang dan diberi pakan hijauan beserta pakan tambahan.
Selain itu sapi – sapi pejantan juga harus melakukan gerak jalan yang bertujuan agar sapi tidak kegemukan dan mempunyai kualitas bibit yg baik.

Produksi Susu

Produksi susu dalam total umur sapi perah merupakan faktor yang paling menentukan untuk profitabilitas peternakan secara keseluruhan. Laktasi tergantung pada banyaknya faktor yang berbeda.

Mengelola sapi dengan hasil tinggi dimulai dengan pembibitan anak sapi yang paling baik yang memprioritaskan pengembangan kapasitas rumen dan pembentukan papilla.

Yang juga sangat penting untuk hasil susu tinggi adalah pakan yang berkualitas. Silase yang ditambahkan ke makanan harus berkualitas tinggi, dan kualitas ini dapat ditingkatkan lagi dengan menggunakan Biomin BioStabil.

Mycotoksin sering kali terjadi dan terkadang tanpa menunjukkan tanda klinis. Ini menggaris bawahi pada kebutuhan untuk menerapkan strategi manajemen risiko mycotoksin.

Kritis dalam strategi ini adalah penggunaan garis Mycofix, karena secara langsung dapat membantu melawan efek negatif dari mikotoksin.

Sapi perah modern ini memiliki potensi hasil susu yang superior. Namun, asupan pada pakan yang tidak memadai membatasi potensi genetik ini.

 Dengan Digestarom, asupan pakan akan lebih meningkat dan hasil susu yang lebih tinggi dapat dicapai.

Produksi susu tergantung pada kesehatan rumen. Memperbaiki flora ruminal dan pencernaan meningkatkan hasil susu.

Ragi diautolis seperti Levabon Rumen E secara khusus ditargetkan pada fungsi ruminansia yang lebih baik.

Sekian artikel tentang rahasia cara penggemukkan sapi yang mudah dilakukan. Mungkin anda juga ingin mengetahui tentanng resep es campur santan.