Pada Artikel kali ini saya akan membahas tentang rumput liar pengganggu tanaman. Kuy! Simak pembahasannya dibawah ini. Supaya Anda paham tentang jeis rumput.
Macam-Macam Rumput Liar
Pada dasarnya semua rumput yang hidup itu merupakan rumput liar. Mungkin karena bentuk teksturnya yang indah dan enak dipandang maka sebagian orang memanfaatkan rumput tersebut. Sehingga namanya bisa terkenal hingga saat ini.
Terdapat banyak sekali jenis rumput liar ini. Ada yang bentuknya pendek-pendek tidak mempunyai batang pohon tegak ada seperti rumput jepang. Dan ada juga rumput yang mempunyai batang pohon tinggi contoh seperti rumput gajah yang bisa tumbuh tinggi seperti tebu.
Selain itu ada juga macam-macam rumput yang mempunyai batang dan daun namun bentuknya kecil. Rumput jenis ini biasanya dikategorikan sebagai hama pengganggu pada tumbuhan yang ditanam oleh para petani.
Karena memang rumput jenis ini banyak terdapat di sela-sela tanaman seperti padi, kedelai, dan pada tanaman sawah lainnya. Di bawah ini beberapa jenis rumput liar dan kegunaannya.
Rumput Ilalang/Alang-Alang

Rumput ilalang nama lain dari alang-alang. Jenis ini banyak kita jumpai di pinggiran jalan, hutan maupun persawahan yang tanahnya sudah mengering. Dilihat dari perkembangannya rumput ilalang ini memang sangat cepat dalam memperbanyak keturunan bibitnya hal itu ada beberapa faktor.
Antara lain dari cara hidupnya pada umumnya rumput ilalang tumbuh bergerombolan di tempat-tempat tertentu. Hal itu memudahkan mereka dalam menyebarkan benih bijinya ditambah juga model bunganya yang mirip dengan kapas sehingga jika terkena angin sangat mudah untuk berterbangan.
Rumput ilalang sering terlihat di beberapa tempat hingga pohonnya tinggi-tinggi padahal kalau dilihat dari kehidupan masyarakat. Warga di tempat tersebut mayoritas mempunyai hewan ternak seperti sapi dan kambing akan tetapi kenapa mereka membiarkan rumput tersebut tumbuh tinggi hingga mati.
Kalau dipikir secara logis kan sayanag kenapa gak dijadikan pakan ternak aja. Nah menjawab pertanyaan tersebut memang rumput ilalang tidak cocok digunakan sebagai pakan ternak karena tekstur dari rumput tersebut yang kaku, tipis dan tajam sehingga mungkin mulut hewan yang memakan jadi sakit dan akibatnya tidak dimakan.
Rumput Teki

Rumput teki sepertinya sudah banyak orang yang pernah mendengar akan tetapi sedikit yang mengetahuinya, teki juga banyak ditemui di berbagai tempat namun dia lebih suka berada pada tempat yang kering tetapi basah seperti pinggiran sungai, kanal dan persawahan.
Jenis ini merupakan tanaman tahunan ia bisa tumbuh sampai dengan tinggi 140 cm tumbuh dengan daun biasanya berjajaran samping kanan kiri menjadi 3 bagian, batang bagian bawah berwarna putih, di bawah batang di sela-sela akar ia mempunyai umbi yang bisa diambil banyak manfaatnya.
Salah satu penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa di Universitas Brawijaya Malang Fakultas Pertanian ia menemukan bahwa rumput teki bisa dijadikan bahan baku pembuatan bioetanol setelah melalui beberapa proses fermentasi, prosesnya pun sangat mudah hanya mengeringkan rumput teki kemudian ditumbuk.
Tumbuk sampai halus hingga menjadi bubuk, kemudian bubuk tersebut difermentasi menggunakan bakteri Saccharomyces Cereviseae kemudian dimurnikan menjadi metanol. Tak hanya itu ubi yang terdapat pada rumput teki juga bisa dijadikan sebagai obat kuat untuk ayam petarung.
Rumput Gajah

Rumput gajah sudah tak asing lagi bagi kalangan peternak sapi pasalnya memang kebanyakan rumput ini dijadikan sebagai pakan ternak akan tetapi kegunaannya tidak hanya itu tak kita sangka ternyata batang dari pohon gajah ini bisa dijadikan sebagai bahan pembuatan fiber serat.
Jenis ini sangatlah mudah tumbuh asalkan tanahnya basah menurut penelitian yang saya lakukan rumput ini cenderung menyukai lahan yang basah hal itu sudah dibuktikan saya menanam di 2 tempat yang satu tempatnya tidak terlalu basah yang satunya lagi basah banget menanamnya di samping-samping mata air.
Untuk mengendalikan pertumbuhannya Anda hanya perlu memotongnya dengan mesin potong rumput,agar pertumbuhannya bisa terkendali.
Hasil membuktikan dari cara penanaman tersebut bahwa hasil ke 2 lebih memuaskan daunnya terlihat hijau besar-besar sedangkan hasil dari cara penanaman yang ke 1, daun terlihat hijau tapi bukan hijau pekat setelah ditambahkan pupuk baru bisa berubah menjadi hijau pekat dan besar sebagaimana hasil cara penanaman yang kedua.
Demikian artikel kali ini tentang rumput liar pengganggu tanaman,semoga bermanfaat untuk Anda. Sekian dan terima kasih.
Saya adalah seorang penulis yang berkontribusi di nyaribisnis.com, dengan minat utama dalam menjelajahi perkembangan teknologi, terutama di dunia teknologi informasi. Saya adalah pembelajar yang bersemangat dan senang berbagi wawasan seputar bisnis serta tips terkini dengan pembaca, membantu mereka menjalani kehidupan yang lebih terinformasi dan sukses.

